Suku Kuno Maya

Bukan Hanya Untuk Persembahan Dewa Suku Maya Juga Suka Makan Cokelat, Bukti Dari Residu Keramik Kuno

Suku Maya kuno ternyata suka makan Cokelat. Hal ini berdasarkan bukti dari adanya residu Kakao pada keramik kuno yang ditemukan

Editor: Irfani Rahman
(Justin Kerr, mayavase.com, Kerr number: 6418 via PHYS)
Gambar Suku Maya Kuno bersama dengan vas silinder berisi minuman. Studi ungkap orang suku Maya Kuno juga makan cokelat. Cokelat tidakk hanya menjadi persembahan untuk dewa namun juga di minum masyarakat segala lapisan . 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Suku Maya kuno diduga kuat telah makan cokelat. Hal ini berdasarkan temuan residu buah kakao di keramik kuno yang ditemukan.

Diketahui buah Kakao merupakan bahan pembuat Cokelat.

Tak hanya itu buah  Kakao juga selama ini sebagai persembahan pada Suku Maya kuno

Namun ternyata Tidak hanya menjadi persembahan dewa, orang Suku Maya Kuno ternyata juga makan Cokelat.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan Hari Ini, BMKG : Waspada Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur

Baca juga: Jadwal Acara TV Hari Ini, Ada Amanda Manopo dan Arya Saloka di RCTI Serta Jackie Chan di Trans 7

Kakao dianggap suci sehingga digunakan dalam upacara khusus dan ritual keagamaan.

Selain itu saking berharganya, buah ini juga dipakai sebagai mata uang.

Namun sebuah penelitian baru mengungkap bahwa buah kakao ternyata tidak hanya secara eksklusif dimanfaatkan oleh kalangan atas saja melainkan dikonsumsi pula oleh kalangan suku Maya kuno lainnya.

Temuan tersebut terungkap setelah peneliti dari University of California Santa Barbara bernama Anabel Ford dan Mattanjah de Vries memeriksa residu kakao dari keramik kuno.

Hasil studi yang kemudian dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa kakao pada kenyataannya dapat diakses oleh orang biasa dan digunakan dalam perayaan di semua lapisan kalangan suku maya.

"Sudah lama diasumsikan bahwa kakao untuk orang Maya adalah eksklusif," kata Ford.

Baca juga: Aset Amal Jariyah dalam Rumah Tangga, Berikut Penjabaran Ustadz Khalid Basalamah

Baca juga: Anggota DPRD Bantul Ditahan, Ini Kata Polisi Tentang Kasusnya

Dikutip dari Phys, Jumat (30/9/2022) dalam studi peneliti kemudian meneliti 54 pecahan keramik yang berasal dari kota Maya kuno El Pilar.

Studi mencakup analisis kimia dari serpihan keramik termasuk juga biomarker kakao seperti kafein, teobromin, dan teofilin.

"Penemuan tanda kimia kakao memungkinkan penyelidikan, tetapi bahan aktif utama, theobromine ternyata tak cukup jelas untuk memastikan atribusi kakao (cokelat yang dimakan orang suku Maya Kuno)," ungkap Ford.

Lebih lanjut, dalam pemilihan keramik untuk diuji, peneliti memprioritaskan vas tempat kakao kemungkinan besar diminum. Namun peneliti juga menguji mangkok, toples, dan piring, serta semua jenis wadah yang memiliki bukti kakao.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Suku Kuno Maya
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved