Berita Batola

Haul ke-3 Guru Syahdi di Tabukan Batola, Ribuan Jemaah Hadir Mendoakan

Guru Syahdi bin H Ali Ba'i merupakan pemuka agama di Kecamatan Tabukan yang cukup tersohor hingga kawasan Batola dan sekitarnya.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Ribuan jemaah saat memadati haul ke-3 Guru Syahdi bin H Ali Ba'i di Desa Karya Makmur, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (3_12_2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Ribuan jemaah hadiri haul ke-3 Guru Syahdi di Desa Karya Makmur, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (3/12/2022).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 pagi tersebut berlangsung meriah dengan pembacaan ayat suci Alquran, Maulid Nabi, Manaqib dan doa.

Guru Syahdi bin H Ali Ba'i merupakan pemuka agama di Kecamatan Tabukan yang cukup tersohor hingga kawasan Batola dan sekitarnya.

Ia dilahirkan sekitar tahun 60 an dan wafat pada 1 Januari 2020 lalu dimakamkan di Jalan Rumpun Bambu KM 15 Anjir Talaran.

Baca juga: Terdampak Curah Hujan Tinggi dan Banjir Rob, Tanaman Sayur di Batola Terendam

Baca juga: Hadirkan Kopling, Guru Pamong di Batola Kembali Raih Predikat Tingkat Nasional

Di sampaikan Abdullah, warga Antar Jaya, Marabahan, sosok Guru Syahdi memang cukup familiar bagi masyarakat sekitar, beliau mengisi banyak majelis ilmu, hingga tidak heran banyak pula yang menghadiri haulnya untuk turut mendoakan.

"Ada banyak majelis ilmu yang beliau isi, bahkan hingga ke kawasan perbatasan Kapuas dengan Kecamatan Tabukan," ujar Abdullah.

Warga yang kesehariannya menjadi marbot masjid ini juga sempat beberapa kali menghadiri pengajian yang dipimpin Guru Syahdi.

Pembawaan yang sederhana dan bersahaja adalah ciri khas ulama yang satu ini, selain ilmu agama yang mumpuni ia kuasai dan amalkan.

Baca juga: Sempat Berkeliaran di Kampung Sasirangan Banjarmasin, Bekantan Berukuran Besar Berhasil Dievakuasi

Dari potongan manaqib yang dibacakan, makam Guru Syahdi tidaklah dipasang kain kuning, bahkan tidak jauh mencolok dari makam yang ada di sekitarnya.

Hal ini merupakan pesan beliau saat masih hidup, agar tidak memasang kain kuning seperti makam wali atau ulama pada umumnya.

Namun dalam wasiatnya, beliau tetap mengizinkan menaruh bunga bagi peziarah atau keluarga yang datang ke makam beliau.

( Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved