BPost Cetak

Garut Diguncang Gempa, Warga Rasakan Seperti Saat Tsunami 2006

Gempa mengguncang Kabupaten Garut pada Sabtu (3/12) pukul 16.49 WIB. Kekuatannya bahkan lebih besar dari gempa Cianjur

Editor: Hari Widodo
Dok BPost
Banjarmasinpost Edisi Minggu (4/12/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, GARUT -  Setelah Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022, gempa mengguncang Kabupaten Garut pada Sabtu (3/12) pukul 16.49 WIB.

Kekuatan gempa di Garut bahkan lebih besar dari Cianjur. Jika di Cianjur bermagnitudo 5,6 hingga menewaskan 328 orang, di Garut bermagnitudo 6,4. Sampai Sabtu malam, belum didapat laporan resmi mengenai korban.

Gempa di wilayah pesisir Jawa Barat ini dirasakan hingga Jakarta. Goyangannya juga dirasakan di  Ciamis, Sumedang, Bandung, Kebumen, hingga Yogyakarta. Terlebih di Pangandaran, kabupaten yang berdekatan dengan Garut.

Wahyu, warga Pangandaran, langsung keluar rumah saat gempa.

Guncangan kali ini mirip saat gempa yang menyebabkan tsunami pada 2006. “Gempanya, kayak yang mau tsunami seperti 2006,” katanya.

Guncangan juga dirasakan warga Kabupaten Ciamis. Bahkan dinding rumah Sigit Saefudin (25) di Dusun Kedung Kendal RT 13 RW 04 Desa Sindangsari Kecamatan Banjarsari retak-retak dan jebol.

Saat gempa, Sigit, istri beserta seorang anak mereka berada di depan rumah. Tiba-tiba mereka merasakan getaran. Korban juga mendengar suara barang jatuh di dalam rumah.

Setelah gempa reda, Sigit memeriksa dalam rumah. Ternyata dinding ruang tengah dengan dapur retak-retak dan sebagian jebol. Mereka pun khawatir ada gempa susulan.

Nadia, warga Depok, juga merasakan guncangan sebentar. “Terasa gempa waktu lagi duduk. Goyang-goyang gitu. Tapi sebentar banget,” ujar dia.
 
Linimasa Twitter terbaru menunjukkan kepanikan warganet karena merasakan guncangan. Salah satunya, kicauan akun Twitter @kotabekasikeren yang melihat lampu bergoyang.

“Minbek lemes banget pas liat lampu goyang-goyang, pada berasa gempa ga Bekasinians?” bunyi tweet tersebut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa yang berpusat di Garut terjadi di kedalaman 106 kilometer.

Gempa ini merupakan gempa tektonik. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam rilisnya, Sabtu.

Tak hanya satu kali, gempa susulan mengguncang Garut pada pukul 17.59 WIB dengan magnitudo 2.9.

BMKG meminta masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan sebelum kembali ke dalam rumah,” kata Daryono.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Satria Budi mengatakan saat gempa masyarakat berhamburan keluar rumah dan mengevakuasi diri. Setelah dirasa aman, warga kembali ke rumah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved