Berita HSU

VIDEO Warga Swadaya Bangun Jembatan di Tigarun Kabupaten Hulu Sungai Utara

Warga gotong royong bangun jembatan alternatif lebih lebar sehingga bisa dilintasi mobil di Desa Tigarun, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Warga Desa Tigarun, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), gotong-royong membangun jembatan alternatif.

Infrastruktur darurat tersebut dipakai sementara, selama pembangunan jembatan permanen dari Pemkab HSU. 

Pihak ketiga pembangunan jembatan sebenarnya sudah membuat jembatan alternatif yang bisa dilewati pengendara  roda dua.

Namun selama penggunaannya, sudah ada dua pengguna kendaraan roda dua yang terjatuh di jalan alternatif tersebut.

Baca juga: Petugas Satpolair Polresta Banjarmasin Masih Selidiki Penemuan Mayat Bayi di Kampung Biru

Baca juga: Banyak Warga Ingin Adopsi 2 Bayi Dibuang di Banjarbaru Kalsel, Begini Proses dan Tahapannya

Baca juga: BREAKING NEWS : Dengar Tangisan, Penghuni Ruko di Banjarbaru Temukan Bayi Laki-laki di Kardus

Penuturan Harun, warga Kabupaten HSU, dua orang pengguna jalan yang melewati jembatan alternatif sempat terjatuh.

Seorang di antaranya, lanjut dia, merupakan pedagang yang membawa barang bawaan di bagian belakang.

Sebenarnya kendaraan roda empat bisa memilih jalan memutar, yaitu melewati Desa Harus, Kabupaten HSU.

Namun,  harus memutar dan beberapa kondisi jalannya juga sudah ada yang rusak. 

Baca juga: Alami Kecelakaan Maut Tabrak Petugas Kebersihan Banjarmasin, Sopir Fortuner Mengeluh Sakit di Dada

Baca juga: Dalami Penipuan Arisan Online, Polres Tabalong Imbau Korban Lainnya Segera Lapor

Ditambahkan Harun, alur lalu lintas di Desa Tigarun ini sering digunakan jemaah yang ingin ke pengajian di Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten HSU, sehingga banyak yang berinisiatif untuk membangun jembatan sementara.

"Akhirnya, warga melakukan swadaya untuk membangun jembatan dari balok kayu yang disusun dan bisa dilewati oleh kendaraan roda empat," ujarnya. 

Masih kata Harus, pihaknya bukan tidak menghargai dari pembangunan jembatan alternatif yang dilakukan kontraktor.

Namun, karena inisiatif masyarakat jembatan alternatif dibuat lebih lebar, sehingga bisa digunakan oleh kendaraan roda empat.

Baca juga: Bandar Sabu Dibekuk Polisi di Jambu Hilir Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel

Baca juga: Lagi Sedot Sabu Tiba-tiba Didatangi Petugas Polres Hulu Sungai Selatan Kalsel

Baca juga: Seorang Lelaki Bawa 17 Paket Sabu di Dompet Diamankan Satpolair Polresta Banjarmasin

"Karena, warga melakukan pembangunan secara gotong royong dan hanya berharap agar pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, bisa melintas dengan lebih mudah dan tidak ada lagi atau meminimalisasi risiko terjatuh saat melintasi jembatan alternatif tersebut," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved