Berita HSU
Berawal dari Keprihatinan Terhadap Duafa, Komunitas Amuntai Peduli HSU Eksis Bantu Sesama
omunitas Amuntai Peduli Sesama atau APS di HSU terbentuk untuk bantu duafa, anak yatim, fakir miskin. Kini bantu korban kebakaran, banjir, bencana.
Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Nama Komunitas Amuntai Peduli Sesama atau biasa dikenal juga dengan APS, sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Komunitas APS HSU ini memang baru berdiri sekitar lima tahun, tepatnya 17 Agustus 2017. Namun kiprahnya membantu sesama, baik dalam hal sosial dan keagamaan sudah sangat terlihat.
Bukan hanya peduli terhadap fakir miskin dan kaum duafa, APS HSU juga kerap hadir jika ada warga yang memerlukan bantuan karena terdampak bencana.
Komunitas ini juga menjadi wadah anak-anak muda agar bisa berkegiatan positif untuk menjadi relawan sosial kemanusiaan dan keagamaan.
"Tujuan dibentuk komunitas Amuntai Peduli Sesama untuk sosial kemanusiaan dan keagamaan," ujar Buya Muhammad Yusuf, pendiri sekaligus Ketua APS HSU, Selasa (25/4/2023).
Baca juga: Tetangga Bobol Rumah Penjual Sembako di Bangkalan Melayu Kotabaru, Rokok hingga Perabot Diangkut
Baca juga: Tongkang Tabrak 35 Rumah di Keladan, Bupati Tapin Minta PT CNB Segera Berikan Tali Asih
Diceritakannya, awal-awal Komunitas Amuntai Peduli Sesama berdiri karena rasa prihatin dan kepedulian, khususnya terhadap fakir miskin dan kaum duafa di Kabupaten HSU.
Berawal dari kondisi itulah pada 17 Agustus 2017, APS HSU dengan izin alim ulama, tokoh masyarakat dan didukung pemerintah daerah resmi berdiri dengan adanya dibentuk kepengurusan.
Pemberian nama komunitas Amuntai Peduli Sesama atau disingkat APS selain agar mudah diingat, juga untuk menyesuaikan dengan asal daerah dan juga tujuan dibentuknya.
"Diresmikan tanggal 17 Agustus karena merupakan hari bersejarah, hari kemerdekaan, dan seluruh Indonesia merayakan," tambahnya.
Selain itu, dari angka 17 itu juga menunjukkan simbolik dari jumlah anggota awal saat APS HSU terbentuk.
Baca juga: Tongkang Hantam 35 Rumah Warga di Tapin Kalsel Jadi Sorotan, Walhi Minta Jalur Pelayaran Disetop
Baca juga: Tongkang Batu Bara Hantam Pemukiman Warga di Keladan Tapin, Kapolsek CLU Sampaikan Data Terdampak
Lalu untuk bulan Agustus atau 8, memiliki arti delapan hal yang dipegang APS, yakni ikhlas, sabar, ringan tangan, berjuang, mendidik, membimbing, menasihati dan rasa kekeluargaan
Masih menurut Buya Yusuf, seiring dengan berjalannya waktu, komunitas APS HSU lebih dikembangkan lagi agar tidak hanya terfokus membantu fakir miskin atau duafa.
Tetapi, melebarkan sasaran lagi menambah sayap komunitas yang diberi nama APS Rescue dengan fasilitas armada mobil pemadam kebakaran, perahu karet dan peralatan pendukung lainnya.
Ini bergerak di bidang kemanusiaan membantu musibah atau bencana, yaitu kebakaran, banjir, tanah longsor, orang tenggelam dan lainnya.
"APS HSU tidak selalu fokus di satu kegiatan, kami juga harus bisa menyesuaikan apa yang benar-benar dibutuhkan banyak orang," ujar Buya Yusuf.
Baca juga: Baru Kenal Lewat Aplikasi Kencan, Oknum Mahasiswa di Banjarbaru Cabuli Gadis di Bawah Umur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Komunitas-Amuntai-Peduli-Sesama-APS-bantu-di-lokasi-banjir.jpg)