Tajuk
Padi Apung Bukan Gimik
rovinsi Kalimantan Selatan sudah mulai menggarap padi apung sejak 2022 silam.
BANJARMASINPOST.CO.ID - BUDIDAYA padi apung merupakan suatu teknik budidaya padi yang memanfaatkan rakit sebagai media tanam.
Padi apung selama ini dikenal sebagai salah satu upaya adaptasi terhadap perubahan iklim untuk wilayah-wilayah rawan banjir atau rawa yang tergenang air.
Apabila padi apung dikembangkan di lokasi lahan rawan banjir atau rawa, diharapkan akan terjadi peningkatan hasil produksi dan pendapatan bagi para petani karena adanya peningkatan nilai ekonomi dari lahan tersebut.
Provinsi Kalimantan Selatan pun sudah mulai menggarap padi apung sejak 2022 silam.
Seperti di Daha Utara, penanaman padi apung merupakan kerja sama Pemprov Kalsel dan Pemkab HSS.
Program tersebut dilaksanakan di dua desa yaitu Hamayung dan Paharangan dengan luas total 0,8 hektare.
Menurut Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Balai Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura (BPTPH) Kalsel, Darma Setia Jaya, di Hamayung ada 1.500 petak stirofoam yang masing-masing memiliki 21 lubang tanam.
Stirofoam tersebut diletakkan di rawa seluas 0,6 hektare dan digarap Kelompok Tani Cinta Maju.
Sedangkan di Paharangan, ada 500 stirofoam dengan luas lahan 0,2 hektare digarap Kelompok Tani Rakat Mufakat.
Penanaman dilakukan secara bertahap dengan jenis padi Invari 32. Adapun masa tanamnya 125 hari.
Sayangnya, meski memberikan solusi pengelolaan lahan rawa dan rawan banjir agar menjadi lebih produktif, namun sistem ini punya kelemahan.
Di antaranya, biaya tinggi yang diperlukan diawal masa tanam.
Untuk sistem tanam padi apung ini memerlukan sejumlah perlengkapan yang tidak murah.
Misalnya stirofoam dan pos plastik yang harganya lumayan mahal jika harus dibeli dalam jumlah banyak untuk menanam padi di lahan yang lebih luas.
Hal tersebut juga sempat disampaikan Serikat Petani Indonesia (SPI).
SPI menilai jika dikembangkan dalam skala besar akan membutuhkan dana besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Budi-daya-padi-apung-di-Desa-Hamayung-Kabupaten-Hulu-Sungai-Selatan-HSS.jpg)