Guru Botaki Kepala Siswa
Pemicu SMP Negeri 1 Sukodadi Datangkan Psikiater Pasca Oknum Guru Botaki 19 Siswi, Menangis
Pemicu pihak SMP Negeri 1 Sukodadi mendatangkan psikiater pasca oknum guru membotaki 19 siswi yang melanggar aturan terungkap.
Sontak guru itu tak bisa menutupi ungkapan kesedihan sekaligus kekhawatirannya terhadap murid-muridnya tersebut.
Bagaimana tidak, banyak siswa menjawab remeh soal-soal ujian tulis.
Dilansir dari Tribun Style, Sabtu (26/8/2023), curhatan viral ini bermula ketika guru mengunggah video di media sosial.
Dalam video yang beredar tersebut memperlihatkan salah satu siswanya menjawab soal ujian dengan menulis jawaban tak terduga.
Alih-alih menjawab dengan benar, siswa tersebut hanya menulis 'karena boleh' di kolom jawaban.
"Pertanyaannya, 'kenapa di Malaysia dibangun jalan tol?'
Anak ini menjawab 'karena boleh' Haishhhh pusing..pusing," keluh sang guru.
Video tersebut menjadi viral dan menarik perhatian guru-guru yang lain.
Mereka juga menyatakan keprihatinannya terhadap budaya yang semakin 'subur' di kalangan siswa.
Ada yang mengaku lelah menjadi guru karena siswa yang menganggap remeh pelajaran.
Sementara yang lain ada juga yang ingin menyerah hingga membuatnya frustasi.
"Saat siswa menjawab 'karena kamu bisa jadi guru' di kelas dan di ulangan. Sepupuku sudah menangis karena merasa kelelahan . Ketika anak-anak banyak mengonsumsi media sosial tanpa filter, perlahan ketidaktahuan datang untuk menyapa," tulis salah satu warganet.
Selain itu, seorang pengguna Twitter juga mengakui hal serupa hingga merasa ingin menyerah jika siswa menganggap remeh pelajaran.
"Kejadian sama kayak aku, tahun kemarin trendnya 'kamu nanyakkk?'. Dan pas tanya jawab pasti ada cowok yang jawab 'kamu nanyakkk?' trus terbawa sama jawaban yang sama di ujian . Ya Allah bikin frustasi banget . Kalau diikuti mau dihilangkan karena orang tahu salah kalau sudah selesai, jangan sampai digugat!" komentar dari warganet yang berprofesi sebagai guru.
"Rasanya mau nangis. Aku ngajar gila-gilaan setiap hari, pas ujian kertas masih kosong! Ya Tuhan, semoga aku bisa bergerak. Tak ada kepuasan sama sekali menjadi guru di sekolah ini selama bertahun-tahun. Nggak bisa minta pindah. Pengen banget pasrah. Kayak mau berhenti jadi guru," komentar guru yang lain.
“Saat ini para pelajar sangat minim akal sehatnya soal sopan santun. Kadang mereka bahkan tidak tahu apa yang mereka lakukan sebenarnya tidak sopan. Aku capek patah semangat, aku bisa menegur sebisaku."
“Maaf ya, tapi menurut saya pengaruh TikTok, media sosial, dan lingkungan sekitar para pelajar membuat mereka seperti itu,” ujar salah satu komentar warganet.
TribunJatim.com
Momen pertemuan Bu Guru yang botaki 19 siswi dan dipertemukan dengan orang tua para siswi di Lamongan.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kondisi Kejiwaan 19 Siswi di Lamongan Dibotaki Bu Guru, Kepsek Tangisi Sikap Para Orang Tua: Saling,
Satu Pemicu 19 Siswi SMP di Lamongan Jadi Trauma Usai Dibotaki Oknum Guru, Dihadiri Orangtua |
![]() |
---|
Pasca Guru SMPN 1 Sukodadi Lamongan Botaki 19 Siswi Gara-gara tak Pakai Ciput, LBH: Kekerasan Fisik |
![]() |
---|
Terungkap Sosok Asli Guru Botaki Rambut 19 Siswi SMP di Lamongan, Langsung Mendapat Kecaman |
![]() |
---|
Motif Asli Oknum Guru Lamongan Sampai Botaki 19 Kepala Siswi, Gara-gara Soal Kerudung |
![]() |
---|
Hukuman untuk Ibu Guru di Lamongan yang Botaki 19 Siswi, Harusnya Tugas Bimbingan Jonseling |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.