Pengisian Mandiri di SPBU Banjarbaru

Layanan Tanpa Ragu Itu Bernama Self Service

Warga Kota Banjarbaru dan sekitar kini terbiasa mengisi sendiri BBM di SPBU COCO Banjarbaru yang menyediakan layanan self service lewat MyPertamina

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Mulyadi Danu Saputra
banjarmasin post
TERTIB - Warga tertib antre di SPBU COCO Banjarbaru untuk gunakan fasilitas self service atau pengisian BBM secara mandiri, Senin (2/9/2024). 


“Jumlah nelayan mencapai 36.510 orang, sementara kuota BBM subsidi yang tersedia per tahun sekitar 117.672 kilo liter, yang terakomodasi sekitar 10-20 persen nelayan,” ujar Rusdi.


Dia menuturkan kuota BBM tersebut perlu ditambah minimal 30-40 persen lagi menjadi 2-3 kali lipat dari 117.672 Kiloliter agar mampu memenuhi  kebutuhan minimal sekitar 18.000 nelayan.


Kalimantan Selatan memiliki 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang tersebar di tiga kabupaten yakni Kotabaru, Tanahbumbu dan Tanahlaut. Dari total 12 SPBN aktif itu, sebut Rusdi, Kabupaten Kotabaru merupakan area paling membutuhkan karena terdapat jumlah nelayan sekitar 15.917 dari total 36.510 nelayan yang ada di Kalimantan Selatan.  (banjarmasinpost/nurholis huda

 


Terus Sosialisasi dan Edukasi

PERTAMINA terus lakukan inovasi, termasuk self-service dan cashless di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), untuk pelayanan yang lebih baik kepada konsumen.


SPBU yang menerapkan sistem self-service memungkinkan masyarakat mengisi sendiri bahan bakar minyak (BBM) ke dalam tangki kendaraan. Dengan layanan tersebut, konsumen yakin jumlah takarannya, tanpa khawatir ada rekayasa atau keraguan lain. 

 

Dr Hastin Umi
Dr Hj Hastin Umi Anisah SE MM, peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.


Sebenarnya penggunaan self-service SPBU terbilang mudah. Pertama, antre secara tertib untuk mendapat giliran melakukan pembayaran. Lalu parkir kendaraan di depan dispenser dan turun dari kendaraan. Ambil nozzle dan masukkan ke dalam tangki motor atau mobil. Sebisa mungkin, genggam nozzle pakai dua tangan. 


Selanjutnya, biarkan bahan bakar mengalir hingga batas pembayaran yang sudah dilakukan sebelumnya. Dan sangat perlu memastikan kendaraan sudah berdiri kokoh ketika pengisian dengan posisi pengendara tidak berada di atasnya atau turun. Terakhir, setelah memastikan nozzle tidak meneteskan BBM lagi, kembalikan ke tempat semula secara benar. 


Walaupun demikian, terdapat kelebihan dan kekurangan dengan penerapan metode pengisian BBM seperti ini. Dampak positifnya, SPBU self-service memiliki keunggulan dalam aspek digitalisasi, cost leadership, mitigasi fraud, simplifikasi bisnis proses dan customer experience. 


Selain itu, layanan cashless  merupakan upaya Pertamina menjawab tren lifestyle konsumen. Diketahui, penggunaan e-payment semakin tinggi, terutama milenial, sehingga diharapkan masyarakat non-milenial juga tidak ketinggalan dan beradaptasi dengan hal ini.


Namun ada kekurangannya, yakni perlu pembiasaan yang relatif lama. Sebab, budaya Indonesia masih perlu dilayani, bukan mandiri.  Walaupun kelihatan mudah, tetapi masih banyak konsumen yang kesulitan dalam mengisi BBM dan perlu pembiasaan. 


Inovasi self-service harus dibarengi sosialisasi dan edukasi bahkan pendampingan kepada masyarakat terkait dengan penggunaan self-service. (banjarmasinpost/nurholis huda

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved