Tajuk

Uang Saku dan Medali

PRESTASI ditorehkan para atlet Kalsel pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ditengah prestasi itu, ternyata para atlet belum mendapatkan uang saku

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Uang saku atlet PON XXI 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PRESTASI ditorehkan para atlet Kalimantan Selatan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024.

Meski event belum berakhir dipastikan prestasi atlet Kalsel kali ini melampaui prestasi pada ajang PON XX.

Dimana pada PON XX Papua 2020, Kalsel meraih 4 medali emas 9 medali perak dan 12 medali perunggu.

Sedangkan di ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024, Kalsel sudah berhasil mengantongi 6 medali emas 6 medali perak dan 4 medali perunggu.

Namun ditengah keberhasilan ini ada kabar mengejutkan terkait dengan uang saku yang belum diterima oleh para atlet. Termasuk para atlet yang meraih medali.

Kabid Peningkatan Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel, Heru Susmianto menerangkan bahwa uang yang dimaksud adalah uang harian perjalanan dinas yang diberikan kepada pelaksana perjalanan dinas.

Adapun besarnya sesuai tarif perjalanan dinas dan berbeda masing-masing daerah Aceh dan Sumut serta jumlah hari pertandingan. Ini berdasarkan tarif di Pergub tentang Perjalanan Dinas di Lingkungan Pemprov Kalsel.

Keterlambatan ini, karena biaya perjalanan dinas dibayarkan setelah SPJ perjalanan dinas selesai dilaksanakan.

Meskipun ada keterlambatan, namun Heru meyakinkan bahwa dalam beberapa hari ke depan akan dibayarkan uang untuk atlet tersebut.

Chef de Mission (Cdm) atau Ketua Kontingen Kalsel, Gusti Perdana mengatakan bahwa atlet bukanlah Aparatur Sipil Negara (ASN) jadi bukan biaya perjalanan dinas. Seharusnya tidak bisa uang sakit atlet dibayar setelah kembali ke Banjarmasin.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Prestasi KONI Kalsel ini pun berharap Dispora Kalsel bisa mencari solusinya.

Pasalnya atlet perlu juga buat belanja dan belum lagi ada atlet yang harus memberi uang untuk anak istrinya yang ditinggal di rumah

Dia juga mengatakan kondisi seperti ini tentunya akan berdampak terhadap psikologis atlet yang berjuang untuk mengharumkan nama Kalsel di tingkat nasional.

Adanya permasalahan uang saku ini tentunya tak bisa dianggap remeh. Apalagi para atlet Kalsel ini membela daerah dan membawa nama baik Kalsel. 

Prestasi yang mereka raih akan membawa nama harum nama daerah. Karena itu pihak-pihak terkait tentunya harus mencarikan solusi yang terbaik.

Dimana atlet bisa bertanding dengan konsentrasi tinggi dan tidak memikirkan tetek bengek lainnya. 

Apalagi prestasi atlet Kalsel di PON Aceh-Sumut ini sudah membanggakan.  Kita berharap permasalahan ini segera diatasi sebelum PON berakhir dan medali kembali diraih oleh para atlet.

Semangat bertanding para atlet Kalsel, Waja sampai Kaputing untuk membela Banua di kancah olahraga nasional. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved