Tajuk

Naturalisasi adalah Awal

PROGRAM naturalisasi pada pemain sepak bola untuk tim nasional (timnas) Indonesia, sepertinya tak pernah henti jadi perbincangan

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Naturalisasi adalah awal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PROGRAM naturalisasi pada pemain sepak bola untuk tim nasional (timnas) Indonesia, sepertinya tak pernah henti jadi perbincangan. Pasalnya, terus bermunculan sosok yang mempermasalahkan kebijakan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir tersebut.

Setelah beberapa waktu lalu ada pengamat sepak bola Tommy Welly atau Bung Towel, pemain lawas timnas Anjas Asmara dan pesepak bola Muhammad Tahir, belakangan muncul lagi Peter Gontha, Rocky Gerung dan Hifni Hasan yang mempersoalkan.

Peter, seorang pengusaha pencinta musik jazz dan mantan duta besar Indonesia untuk Polandia, mengaku malu melihat Timnas Indonesia saat ini yang banyak diperkuat pemain berdarah Belanda.

Dia juga menuding para pemain itu punya paspor ganda, sehingga saat pensiun kelak kembali jadi warga negara Belanda. Tuduhan itu pun ramai direspons pendukung timnas yang membuat Peter menutup kolom komentar pada akun media sosialnya.

Wajar bila para suporter menanggapi secara berapi-api. Saat ini mereka sedang menikmati pencapaian menggembirakan dan membanggakan tim Merah Putih. Pada 2016, Indonesia berada pada posisi 191 peringkat FIFA. Ada pun kini, menempati ranking ke-129 dunia.

Selain itu, Indonesia jadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu melaju hingga babak 16 besar Piala Asia 2023. Dan yang sekarang masih berlangsung, Indonesia menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

Saat ini, Jay Idzes Cs sedang berjibaku di babak ketiga penyisihan zona Asia. Bila nanti finish sebagai runner up, maka sejarah itu pun terukir indah.

Semua raihan itu berkat program naturalisasi PSSI dan ditangani pelatih mumpuni asal Korsel, Shin Tae-yong. Keberhasilan ini pun menginspirasi banyak negara di Asia. Di antaranya Malaysia, Vietnam dan Thailand.

Wajar, sebab saat ini timnas Indonesia berada jalur yang tepat. Program naturalisasi dibarengi perbaikan sana-sini. Mulai musim ini, kompetisi Liga 1 sebagai kasta tertinggi telah menerapkan penggunaan VAR (Video Assistant Referee).

Dengan adanya rekaman gambar dari berbagai sudut tersebut, wasit yang bertugas di lapangan lebih akurat saat mengambil keputusan krusial. Jadi tidak ada lagi tim yang dirugikan. Selain itu, tiap pekan dihadirkan wasit asing memimpin pertandingan penting.

Selaras itu, kompetisi usia muda terus berjalan. Saat ini telah bergulir Elite Pro Academy (EPA) U-16, U-18 dan U-20 yang melibatkan tim junior dari 18 klub peserta Liga 1 2024-2025.

Begitu pula Turnamen Piala Soeratin 2024 yang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia.

Mereka ini cikal bakal penggawa timnas Indonesia pada berbagai kelompok usia. Jadi, naturalisasi hanya awal, hingga suatu saat nanti Indonesia bakal tampil dengan pemain lokal. (*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved