Tajuk
Tak Ada “Saudara Tua”
Malam ini Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang . Di Grup C, Jepang adalah tim terkuat. Dari empat laga, mereka tim yang belum terkalahkan
BANJARMASINPOST.CO.ID - SAAT berada di Indonesia sejak 1942, pasukan Jepang gencar mempropagandakan diri sebagai “saudara tua”. Jepang menggencarkan doktrin itu karena ingin dianggap sebagai bangsa sesama Asia yang menyelamatkan Indonesia dari cengkeraman penjajahan Belanda.
Propaganda ini sempat menarik hati dan simpati masyarakat Indonesia. Namun, kesadaran untuk berdaulat tanpa bantuan negara lain ternyata terus bergelora sehingga lahirlah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Seiring itu, Jepang pun kalah dalam Perang Pasifik atau Perang Timur Raya. Kemerdekaan Indonesia bukanlah berkat bantuan apalagi pemberian “saudara tua”.
Semangat berdikari dan berjuang hingga titik darah terakhir itu seyogyanya berkobar di Timnas Sepak Bola Indonesia yang bakal melawan Jepang dalam kualifikasi Grup C Piala Dunia 2026. Pertandingan berlangsung malam ini, Jumat 15 November 2024 di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Di Grup C, Jepang adalah tim terkuat. Dari empat laga, mereka satu-satunya tim yang belum terkalahkan. Di peringkat FIFA pun Jepang di ranking tertinggi dibanding tim segrup: Australia, Arab Saudi, Indonesia, Bahrain dan Cina.
Diprediksi Jepang kembali lolos ke Piala Dunia. Menambah catatan, sejak 1998, tim Samurai Biru tidak pernah absen di ajang kasta tertinggi sepak bola dunia tersebut.
Akankah Jepang mengalahkan Indonesia? Banyak yang memprediksi seperti itu. Skuat Garuda tentu tidak akan menyerah begitu saja. Meski secara statistik, peringkat dan kualitas tim harus diakui di bawah Jepang, dengan bermain di kandang sendiri, sangat mungkin pasukan asuhan Shin Tae-yong mampu memberi kejutan.
Dari 16 kali laga versus Jepang di berbagai event, Timnas Indonesia menorehkan lima kemenangan. Hari ini kedua tim bertemu dengan kekuatan yang sama-sama jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.
Jepang sudah menjelma menjadi “macan Asia” yang diperhitungkan di kancah sepak bola dunia. Sementara Indonesia memiliki kekuatan Asia aroma Eropa karena diperkuat banyak pemain diaspora dari “Benua Biru”.
Lolos ke Piala Dunia 2026 adalah harapan dan kebanggaan bangsa ini. Impian tersebut harus diwujudkan lewat kerja keras dan kerja cerdas, bukan keberuntungan, apalagi berharap kebaikan dari sang “saudara tua”. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Jam-Tayang-Timnas-Indonesia-vs-Jepang-dan-Klasemen-Grup-C.jpg)