Tribun Smart

Nurlina Target Hingga ke Luar Negeri

Keinginan berkarier di bidang kesehatan Nurlina Nazmi tak pernah surut. Dia kemudian mendaftar di keperawatan, dan alhamdulilah diterima.

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Nurlina Nazmi 

Gadis cerdas dan banyak prestasi ini, walaupun cita-cita awal tak kesampaian untuk menempuh pendidikan yang diinginkan, ia tetap sangat bersyukur bisa menempuh pendidikan di bidang yang masih linier dengan cita-citanya.

Nurlina Nazmi, asal Sungaitabuk, Kabupaten Banjar, sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, bercita-cita menjadi dokter. 

"Hanya saja saya tak lulus seleksi masuk perguruan tinggi untuk fakultas kedokteran. Tapi keinginan berkarier di bidang kesehatan tak pernah surut, lantas saya mendaftar di keperawatan dan alhamdulilah diterima," katanya.

Lina, panggilan akrabnya, tak hanya diterima kuliah di Universitas Sari Mulia Banjarmasin, tapi juga berhasil mendapat beasiswa pendidikan hingga 80 persen.

"Semoga saya bisa mempertahankan beasiswa dan bisa lulus dengan hasil memuaskan serta berkarir sebagai perawat yang berdedikasi dan loyalitas," kata Lina.

Di Program Studi Sarjana Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Lina mempelajari ilmu kesehatan dengan fokus pada perawatan pasien, pencegahan penyakit, dan promosi kesehatan. 

"Lulusan jurusan ini dilatih untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, baik secara praktis maupun melalui pendekatan komunikasi yang efektif," jelasnya.

Selama kuliah, pada Februari 2025 ia menjalani program magang di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Magang/Pre Ners Praktek Pre Klinik tersebut terlibat dalam bidang Keperawatan Maternitas, Komunikasi Efektif, dan Keperawatan Dewasa dengan fokus pada Sistem Pernapasan, Kardiovaskular, dan Hematologi.

Lina juga melaksanakan tugas di ruangan nifas, isolasi paru, dan jantung, memberikan perawatan langsung kepada pasien serta menerapkan keterampilan komunikasi yang efektif.

Menurut Lina, magang itu memberi banyak pengetahuan dan pengalaman untuk mengalokasikan teori yang didapat di kampus. Selain itu adapula hal lain yang tidak didapat secara teori tapi hanya dari praktik.

"Salah satu pengalaman dari praktik adalah kaget dan sedih saat melihat pasien yang turut kita rawat tiba-tiba meninggal dunia," ungkapnya.

Secara ikhtiar sebagai perawat, Lina turut memberi bimbingan kepda keluarga pasien bagaimana meminum obat dan memberi saran-saran agar pasien bisa segera sembuh, namun takdir Tuhan mengharuskan pasien tersebut berpulang.

"Sedih, kita sudah berupaya sesuai kemampuan dan keilmuan namun Allah SWT berkehendak lain," lirihnya.
Harapan Lina, setelah nanti meraih gelar sarjana keperawatan ia ingin kembali menempuh pendidikan lanjutan S2. Bahkan harapannya pula bisa bekerja sebagai perawat di negeri orang.

"Insya Allah peluang kerja di luar negeri masih ada. Apalagi informasinya bahwa tenaga kerja perawat dari Indonesia disukai karena bisa bekerja mencakup banyak lini. Maksudnya, sebagai perawat juga punya kemampuan membantu di bidan lainnya. Berbeda dengan tenaga kesehatan di sana yang hanya berkemampuan di satu bidang, misal kebidanan, maka kemampuannya hanya itu saja," papar Lina.

Selain kuliah, di kampus Lina juga mengembangkan bakat dan minatnya melalui organisasi kemahasiswaan atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved