Tribun Smart
Shindy Memilih Tugas di Desa
Shindy Danella warga Banjarbaru yang berkuliah di Stikes Intan Martapura, berniat menjadi seorang perawat yang profesional dan bertanggung jawab.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Kebutuhan tenaga perawat di Tanah Air terbilang besar. Tak heran banyak anak muda yang memilih kuliah di bidang keperawatan seperti halnya gadis satu ini.
Shindy Danella warga Banjarbaru yang berkuliah di Stikes Intan Martapura, berniat menjadi seorang perawat yang profesional dan bertanggung jawab.
"Menjadi perawat adalah salah satu pekerjaan yang mulia, kita mengaplikasikan ilmu dan membantu orang lain dengan ikhlas dari hati," tukas gadis kelahiran Blora pada 28 Agustus 2006 ini.
Menjadi perawat, bukan hanya sekedar mengandalkan teori dan lulus dengan nilai bagus tetapi harus punya etika dan sopan santun dan dituntut peduli satu sama lain.
"Belajar menjunjung etika baik di lingkungan kampus maupun di saat nanti bekerja," tukas Shindy.
Penyuka membaca dan olahraga ini ingin menjadi perawat yang peduli, melayani dan empati bahkan ia ingin saat bekerja nanti bisa ditempatkan di desa.
"Masih banyak desa yang kurang pelayanan kesehatan baik fasilitasnya dan tenaga kesehatannya. Saya ingin memberikan edukasi serta literasi kesehatan pada masyarakat desa," alasannya.
Baginya, berinteraksi dengan orang berbeda setiap hari, merawat pasien dari pertama sakit hingga sembuh, tidak memandang agama maupun hubungan keluarga, adalah sebuah kepuasan dan kebanggan tak terkira.
Shindy yang punya moto; "Terus tumbuh, tak peduli seberapa sulit jalannya," selain kuliah juga mengembangkan diri melalui kegiatan-kegiatan kampus.
Terkini ia aktif sebagai Koordinator Divisi Ilmiah Badan Eksekutif Mahasiswa Stikes Intan Martapura dan Wakil Komandan KSR di kampusnya.
Satu pengalaman mengesankan baginya adalah ketika dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Dies Natalis di kampus yang mengharuskannya memimpin teman-teman panitia melaksanakan beberapa even lomba.
"Saat itu waktunya berbarengan dengan konsul tugas. Jadi saat memimpin rapat panitia, saya jelaskan kepada sekretaris poin-poin persiapan panitia, sambil itu saya mengerjakan tugas. Selesai rapat saya segera konsul ke dosen," selorohnya.
Pengalaman berorganisasi baik di BEM maupun kepanitiaan, menurut Shindy bermanfaat dalam melatih kemampuan diri agar bisa bekerjasama dan menjadi pemimpin.
"Berorganisasi juga melatih kita untuk berdemokrasi, selain itu percaya diri dan kemampuan berkomunikasi," paparnya.
Tentunya kemampuan yang didapat dari organisasi juga akan memudahkannya saat terjun di dunia kerja dan berbaur dengan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Shindy-Danella.jpg)