Komunitas
ATM Berdayakan Elemen Desa Membangun Wisata Alam
Komunitas Asman Toga Melati (ATM) berupaya menggelorakan kecintaan pada alam dan memberdayakan anggota untuk lebih kreatif.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Komunitas ini berupaya menggelorakan kecintaan pada alam dan memberdayakan anggota untuk lebih kreatif sehingga menghasilkan nilai ekonomis. Asman Toga Melati (ATM) demikian komunitas yang berlokasi di Desa Tirtajaya, Tanahlaut ini.
Komunitas ini bekerjasama dengan sentra pemberdayaan pemuda, kelompok informasi masyarakat, karang taruna, dan PKK Desa Tirtajaya.
ATM digerakan oleh Dayu Wulandari yang merupakan Juara 1 Pemuda Pelopor Kalsel bidang sumberdaya alam, lingkungan, dan pariwisata.
"Komunitas ini berdiri sejak akhir 2024. Anggota adalah pemuda Desa Tirtajaya yang aktif di bidangnya antara lain bidang peternakan, pertanian, pendidikan, seni budaya dan banyak lagi," papar Dayu.
Kegiatan dilaksanakan di ruang lingkup Desa Tirtajaya, sesuai visi menjadikan desa sebagai pusat wisata edukatif berbasis lingkungan dan tanaman obat yang memberdayakan pemuda serta masyarakat sekitar untuk mencintai, melestarikan, dan memanfaatkan alam secara berkelanjutan.
Misinya mengembangkan kawasan wisata alam yang ramah lingkungan dan edukatif. Aktif mengajak pemuda dalam pengelolaan, inovasi, dan promosi ECO edu wisata.
Keterlibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan ekonomi kreatif berbasis wisata dan lingkungan, serta berkolaborasi dengan UMKM daerah.
"Saat ini kawasan wisata alam sudah banyak dikunjungi dari berbagai kalangan masyarakat umum bahkan dari luar daerah, bahkan juga pelajar dan mahasiswa," jelas Dayu.
Target ke depan mereka akan melakukan pelebaran kawasan edukasi Asman Toga Melati menjadi Ecoeduwisata yang sudah mulai dijalankan dari akhir 2024 sampai sekarang.
"Saat ini sudah tersedia alat camping ground, fasilitas angkringan dan musala serta fasilitas outbond dan playground," terang Dayu.
ATM juga punya program kerja jangka pendek dan jangka panjang meliputi pelatihan wirausahaan, pelatihan peternakan dan pertanian, pelatihan keorganisasian serta pelatihan public speaking.
Adalagi kegiatan workshop budi daya tanaman obat sayur dan buah. Workshop budidaya jamur tiram. Workshop kegiatan pembuatan pupuk organik cair.
"Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari kegiatan kami adalah dapat menambah pemasukan dari kolaborasi antar UMKM lokal dan masyarakat sekitar karena adanya para wisatawan yang datang," tandas Dayu.
Dengan demikian kegiatan mereka adalan dapat menambah pemasukan ekonomi baik bagi anggota maupun UMKM lokal.
Tak hanya itu, komunitas ini juga melakukan beberapa kegiatan bakti sosial antara lain pembersihan dan perawatan rutin masjid dan musala.
Kemudian kegiatan lainnya, pemberian sembako pakaian dan bantuan terhadap korban bencana alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Komunitas-Asman-Toga-Melati.jpg)