Tajuk

Jangan Sampai Mati Suri

Modal saja tidak cukup untuk bisa membangun sebuah koperasi. Tanpa kesadaran bersama, Koperasi akan mati suri

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Jangan Sampai Mati Suri 

BANJARMASINPOST.CO.ID-PRESIDEN Prabowo Subianto telah meresmikan 80 ribu Koperasi Merah Putih (KMP) serentak pada 21 Juli 2025. Meski terkesan sim salabim, KMP diharapkan pemerintah mampu mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di perdesaan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Koperasi sendiri pernah mengalami masa kejayaan di masa orde baru pada tahun 1970-an. Saat itu, di masa pemerintahan Presiden Soeharto dikenal Koperasi Unit Desa (KUD), yang benar-benar menjadi pusat perekonomian masyarakat desa.

KUD menyediakan kebutuhan petani dan masyarakat desa termasuk memasarkan hasil produksi anggotanya. Koperasi juga menjadi sumber pinjaman untuk permodalan bagi anggota yang ingin mengembangkan usahanya.

Semangat Presiden Prabowo membangun perekonomian masyarakat dengan membangkitkan kembali koperasi di penjuru Indonesia saat ini, tetaplah patut diapreasiasi dan didukung.

Namun, perlu diingat juga koperasi beroperasi dengan semangat kekeluargaan, di mana anggotanya saling membantu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama yakni kesejahteraan anggotanya. Modal saja tidak cukup untuk bisa membesarkan sebuah koperasi.

Kuncinya adalah kesadaran dan keinginan bersama pengurus dan anggota koperasi untuk bersama-sama berperan aktif sehingga fungsi perekonomian sebuah koperasi benar-benar berjalan.

Nah, menumbuhkan kesadaran ini yang perlu terus didorong. Tanpa ada semangat dan kesadaran ini, akan sulit untuk membangkitkan kembali koperasi. Ujung-ujungnya, program Presiden Prabowo ini justru akan menambah daftar jumlah koperasi di Indonesia yang mati suri yakni secara kelembagaan masih berdiri namun usahanya tidak berjalan.

Tanpa ada kesadaran dan juga kemampuan memanajemen lembaga koperasi, sulit untuk bisa mewujudkan sebuah koperasi yang benar-benar sehat. Disinilah, peran aktif aparat pemerintah untuk melakukan pembinaan dan mendorong kesadaran untuk bersama-sama membangkitkan kembali koperasi.

Jangan sampai, peresmian 80 ribu KMP oleh Presiden Prabowo hanya sekedar acara seremonial, tidak ada keseriusan untuk benar-benar mencapai tujuan sebenarnya dari koperasi. Jika itu yang terjadi, Wassalam 80 ribu KMP hanya tinggal nama lembaga tanpa makna alias mati suri.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved