Tribun Smart

Kolaborasi dan Inovasi Majukan Pendidikan

Dengan latar belakang pendidikan dari ULM dan UT, Ika Ramandha Pratiwi ingin terus berkontribusi di bidang pendidikan.

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Ika Ramandha Pratiwi 

Pengalaman masa kecil sebagai anak guru dan kepala sekolah SD telah membentuk minat wanita satu ini berkarier di dunia pendidikan. 

"Saya tumbuh dalam lingkungan yang terbuka dan mendukung dalam hal pendidikan. Sehingga saya memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman orangtua saya yaitu ibu saya sendiri sebagai orang terjun langsung dan berkontribusi pada pendidikan," ujar Ika Ramandha Pratiwi.

Sebagai bentuk komitmen pada dunia pendidikan, Ika yang lahir di Murung Pudak pada 25 April 1988 tak hanya bekerja sebagai ASN PPPK di Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong sejak 2015, tapi juga aktif mengajar di PKBM SKB Tabalong sebagai Tutor Bahasa Inggris sejak 2023.

"Sebelum saya bergabung di instasi pemerintahan, saya juga sudah aktif di lembaga pendidikan nonformal bidang pendidikan bahasa Inggris yaitu tutor di International Children English School (ICES) Banjarbaru-Banjarmasin pada 2010-2012," katanya.

Selain sarjana S1 Pendidikan Guru Bahasa Inggris dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin (lulus 2010), Ika juga sarjana S1 Pendidikan Sekolah Dasar dari Universitas Terbuka (lulus 2023).

"Saya mengimplementasikan ilmu sebagai guru bahasa Inggris di SDN 2 Kapar sejak ditetapkannya mapel Bahasa Inggris sebagai mata pelajran wajib pada Kurikulum Merdeka," ungkap Ika.

Menjalani dua profesi sekaligus, baik sebagai guru maupun tenaga administrasi pada instansi pemerintahan, membuat Ika sadar bahwa pentingnya pendidikan terutama Bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi untuk bersaing di era 4.0. 

"Saya mengambil dua gelar S1 di bidang yang berbeda karena saya ingin memiliki pengetahuan yang luas dan kemampuan mengajar yang beragam terutama untuk usia sekolah dasar," alasannya.

Ika percaya bahwa di usia sekolah dasar merupakan masa perkembangan anak dimana di usia ini anak mudah untuk menyerap informasi, kebiasaan, maupun cara berpikir hingga pembentukan karakter baik dimulai dari usia ini. 

Soal tantangan pekerjaan, sebagai Staf Sub Bagian Perencanaan di Dinas Pendidikan (Disdik) Tabalong, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah merencanakan,menyusun, mengembangkan, serta memastikan program-program pendidikan dapat berjalan efektif, efisien, tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

"Dalam pengembangannya, kita tidak bisa hanya berjalan sendiri untuk mencapai tujuan tersebut namun harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan," terangnya.

Adapun sebagai tutor Bahasa Inggris di PKBM SKB Tabalong, Ika menggunakan pendekatan yang santai dan interaktif untuk mengajar orang dewasa atau siswa non-formal. 

"Ada sedikit tantangan yang saya hadapi ketika siswa yang saya hadapi di kelas bukan lagi siswa dalam kategori usia wajib belajar, namun siswa-siwi ini merupakan orang-orang yang sudah merasakan dunia pekerjaan," katanya.

Pendekatan yang ia lakukan berbeda yaitu bagaimana mereka langsung mengimplementasikan bahasa Inggris itu sendiri di dunia kerja. Ika percaya bahwa belajar bahasa Inggris harus menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Tak hanya berbagi ilmu, Ika juga aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan dan beberapa kali meraih prestasi. Ika merupakan Inovator Pendidikan pada Innovative Government Award selama empat tahun berturut-turur yakni 2021, 2022, 2023, 2024.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved