Tribun Smart
Rezvi Berusaha Disiplin dan Realistis
Rezvi aktif di berbagai organisasi, dari PIK-MA, Forum Genre, hingga Masyarakat Relawan Indonesia
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Sejak kecil terbiasa hidup dalam lingkungan yang menjunjung tinggi pendidikan, doa, dan juga pengabdian. Hal itu yang membentuk karakter Rezvi Amalia Rahmah yang selalu ingin bermanfaat untuk sekitar.
Aktualisasi gadis 21 tahun asal Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) ini, dalam menebar manfaat bagi sekitar adalah dengan aktif di berbagai organisasi sosial dan kepemudaan.
"Sejak madrasah aliyah, saya memang sudah aktif di organisasi kemanusiaan, jadi apapun bidangnya saya selalu ingin tetap bisa berdampak bagi masyarakat," ujar mahasiswi Fakultas Kedokteran ULM ini.
Baginya, membangun daerah adalah bentuk bakti nyata. Dengan berkuliah di ULM, ia tidak hanya menimba ilmu kedokteran, tapi juga berkesempatan berkontribusi langsung kepada masyarakat di daerah sejak dini.
"Awalnya, jujur, saya memilih kedokteran bukan dari keinginan pribadi, tapi karena dorongan orangtua. Saya awalnya ingin kuliah statistika, karen suka matematika. Tapi ternyata lolos jalur SNMPTN di Fakultas Kedokteran ULM dan saya yakin itu juga berkat doa orangtua," ungkapnya.
Selama menjalani perkuliahan di kedokteran, ia mulai sadar bahwa orangtua ternyata lebih paham passion anaknya. Jadi, meskipun awalnya terasa berat, lama-lama ia merasa justru di sinilah tempatnya berkembang.
"Kedokteran membuat saya lebih menemukan jati diri, mengasah kepedulian, dan memberi ruang besar untuk berkontribusi ke masyarakat," tukas Rezvi.
Motivasi memilih Universitas Lambung Mangkurat sendiri karena inilah universitas kebanggaan Kalimantan Selatan, dan ia ingin tetap dekat dengan tanah kelahiran.
"Hal yang paling membentuk karakter dan cara pandang hidup saya adalah pengalaman di organisasi dan relawan, ditambah dengan peran saya sebagai anak pertama perempuan di keluarga," ungkapnya.
Sosok yang paling menginspirasi perjalanan hidupnya adalah orangtua. Mereka sederhana, tapi selalu mendukung penuh mimpi Rezvi. Dari mereka ia belajar arti kerja keras, doa, dan ketulusan.
Rezvi juga menyadari bahwa kadang orang tua lebih tahu tentang kita dibanding kita sendiri. Seperti saat ia diarahkan kuliah kedokteran, awalnya ia tidak yakin, tapi ternyata itu adalah jalan terbaik untuknya berkembang. Itu membuatnya percaya bahwa restu dan arahan orangtua adalah bagian dari jalan kesuksesannya.
Rezvi aktif di berbagai organisasi, dari PIK-MA, Forum Genre, hingga Masyarakat Relawan Indonesia. Motivasi terbesarnya sederhana: keberdampakan. "Saya percaya dalam hidup ini, setiap orang pasti membawa hak orang lain, entah itu berupa ilmu, kesempatan, atau bahkan sekadar energi positif dan menjadi kewajiban kita untuk menyalurkannya," tukasnya.
Baginya, organisasi adalah wadah yang paling tepat untuk itu. Karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, kita tidak bisa bergerak sendirian.
Dengan organisasi, kita bisa bekerja sama, saling melengkapi, dan memperluas kebermanfaatan. Jadi apa yang awalnya mungkin terasa kecil kalau dilakukan sendiri, bisa jadi jauh lebih besar dampaknya kalau dilakukan bersama-sama. Hal inilah yang membuatnya selalu semangat aktif di berbagai organisasi.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Rezvi adalah ketika mengikuti program relawan ke pelosok Nusa Tenggara Timur. Waktu itu ia lolos sebagai peserta fully funded volunteer, jadi semua biaya ditanggung penuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Rezvi-Amalia-Rahmah.jpg)