Tribun Smart
Rezvi Berusaha Disiplin dan Realistis
Rezvi aktif di berbagai organisasi, dari PIK-MA, Forum Genre, hingga Masyarakat Relawan Indonesia
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Baginya itu sebuah anugerah sekaligus amanah besar, karena diberi kesempatan untuk benar-benar melihat langsung kondisi masyarakat di daerah yang akses kesehatannya masih terbatas.
Pengalaman di NTT itu membuka matanya bahwa menjadi mahasiswa kedokteran bukan hanya soal belajar teori di kampus, tapi juga soal memahami realita lapangan.
Bagi Rezvi, terpilih sebagai Wakil Duta GenRe Kalimantan Selatan 2025 adalah pencapaian yang sangat bermakna. Bukan hanya sekadar gelar atau penghargaan, tapi sebuah amanah besar untuk bisa membawa suara anak muda dalam isu kesehatan reproduksi, edukasi, dan sosial.
"Sebenarnya, saya sudah menargetkan untuk ikut Duta GenRe sejak tahun 2022. Namun, saat itu saya merasa belum cukup siap, baik dari segi mental, pengalaman, maupun pemahaman. Baru di tahun 2025, setelah melalui banyak proses, belajar dari organisasi, dan mengasah diri di berbagai kesempatan, saya benar-benar merasa persiapan saya matang," katanya.
Jadi, bisa berdiri di titik ini adalah hasil perjalanan panjang, bukan instan. Itu yang membuat saya semakin menghargai prosesnya, sekaligus semakin bertanggung jawab untuk menjalankan peran ini sebaik mungkin.
Peran anak muda saat ini adalah menjadi agen perubahan yang bisa menyuarakan isu-isu penting dengan bahasa yang dekat dan mudah dipahami generasi sebaya. Karena kita hidup di era digital, anak muda juga punya kelebihan dalam menyebarkan edukasi lewat cara-cara kreatif, seperti media sosial atau kegiatan komunitas.
"Itulah kenapa saya bergabung di GenRe, karena di sanalah anak muda punya wadah untuk lebih dekat dengan generasi sebaya. Dengan begitu, edukasi yang kita sampaikan tidak hanya berhenti sebagai teori, tapi bisa benar-benar menyentuh dan mengubah pola pikir teman-teman seusia kita," tukasnya.
Menurut Rezvi, cara terbaik menginspirasi anak muda adalah dengan memberi contoh lewat tindakan. Karena sering kali apa yang kita lakukan lebih meyakinkan daripada sekadar kata-kata.
Ia menggunakan GenRe sebagai wadah utama, karena dari sana saya bisa lebih dekat dengan generasi sebaya. Selain itu, saya memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan edukasi dengan cara yang menarik dan mudah dijangkau.
Melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah bersama GenRe, ia punya kesempatan bertemu langsung dengan siswa, berdialog, sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting tentang isu sosial dan kesehatan dengan cara yang sederhana namun tepat sasaran.
Keterampilan Rezvi lainnya adalah menjadi MC, moderator, dan narasumber di puluhan acara.
"Awalnya, jujur saya tertarik ke public speaking itu karena FOMO. Sejak masih di MA, saya sering ikut berbagai kegiatan walau sebenarnya belum paham sama sekali tentang public speaking. Begitu masuk kuliah pun sama, saya FOMO ikut seminar sana-sini, bahkan sering sengaja bertanya di forum hanya untuk melatih keberanian berbicara di depan orang banyak," katanya.
"Titik baliknya ada di tahun 2023, saat prodi mengadakan Training for Trainer. Dari situ saya belajar lebih serius tentang public speaking, dan alhamdulillah berhasil meraih penghargaan sebagai 1st Best Trainer. Itu yang membuat saya semakin percaya diri untuk lanjut ikut pelatihan di tingkat Wilayah hingga Nasional yang diadakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI)," katanya.
Dari sana, ia akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi sebagai Certified Public Speaker Nasional. Itulah awal perjalanan di dunia public speaking, sampai kemudian mulai sering diundang jadi MC, moderator, maupun narasumber di berbagai acara.
"Menurut saya, kuncinya ada satu: kenal diri sendiri dulu. Kita ini diciptakan Allah pasti dengan tujuan, dan masing-masing sudah dikasih potensi besar langsung dari-Nya. Jadi kenapa harus meragukan diri sendiri?" tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Rezvi-Amalia-Rahmah.jpg)