Book Lovers
Buku Islam Paling Berkesan bagi Fahrul Razi
Duta Pendidikan IPS FKIP ULM 2026 ini menyukai buku bertema pendidikan, sosial, sejarah, pengembangan diri, serta buku-buku bernuansa Islami.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Duta Pendidikan IPS FKIP ULM 2026 ini menyukai buku bertema pendidikan, sosial, sejarah, pengembangan diri, serta buku-buku bernuansa Islami. Ia juga tertarik membaca buku pengetahuan dan motivasi dibandingkan novel, karena memberikan banyak pelajaran yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa bernama lengkap Ahmad Fahrul Razi ini memiliki koleksi buku pendidikan dan pengembangan diri, antara lain GRIT karya Angela Duckworth, Islam Gak Liberal karya Zaky Ahmad Zaini, serta Melogika Rasa karya Rosyid Gede Prabowo.
”Buku-buku tersebut banyak membantu saya dalam menambah wawasan, memperluas cara berpikir, serta meningkatkan motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” kata mahasiswa Pendidikan IPS FKIP ULM ini.
Buku yang paling berkesan baginya adalah The Incredible Muslim. Buku tersebut memberikan banyak pandangan tentang betapa beruntungnya kita sebagai seorang muslim serta menunjukkan berbagai kebenaran dalam Islam dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
“Hal yang membuat saya sangat menyukai buku ini adalah penggunaan bahasanya yang ringan, sehingga terasa seolah-olah buku tersebut sedang berbicara langsung dengan pembacanya. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar yang membuat isi pembahasannya lebih menarik dan tidak membosankan untuk dibaca,” paparnya.
Buku ini memberikan banyak pelajaran bagi pemuda kelahiran Anjir Muara, 27 Agustus, 2007 tersebut, terutama tentang rasa syukur, cara memandang kehidupan dengan lebih positif, serta menambah keyakinan terhadap ajaran Islam.
Dari buku tersebut ia juga belajar bahwa menjadi muslim bukan hanya tentang identitas, tetapi juga bagaimana kita bersikap dan menjalani kehidupan dengan baik.
“Selain itu, saat ini saya juga tertarik membaca buku Konsep dan Pembelajaran IPS karya Sapriya. Buku tersebut sangat relevan dengan jurusan yang saya ambil, yaitu Pendidikan IPS, karena membantu saya memahami konsep pembelajaran IPS secara lebih luas dan mendalam,” alasannya.
Finalis Lomba Esai Nasional Santhesis yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Sosiologi UNP 2026 ini mulai menyukai membaca sejak duduk di bangku SD. Waktu itu ia sangat tertarik membaca buku-buku yang banyak gambar, antara lain dongeng, legenda, hingga kisah para nabi.
“Dari situlah kebiasaan membaca mulai tumbuh karena menurut saya membaca adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menambah pengetahuan,” tukas peraih Awardee Beasiswa ETOS ID 2025 ini.
Selain itu, ia juga mulai tertarik membaca buku pelajaran sekolah. Ia sering membaca materi lebih dulu sebelum dijelaskan guru di kelas. Hal tersebut membuatnya lebih mudah memahami pelajaran sekaligus menambah wawasan. Kebiasaan itu masih ia terapkan sampai sekarang, terutama dalam mempelajari Pendidikan IPS.
“Biasanya saya membaca saat waktu senggang, setelah belajar, ataupun sebelum tidur. Tidak ada waktu pasti untuk membaca, tetapi saya selalu berusaha membaca setiap hari walaupun hanya beberapa halaman. Bagi saya, konsistensi lebih penting daripada banyaknya halaman yang dibaca,” jelasnya.
Sesuai moto pribadinya; Belajar untuk tahu, Berusaha untuk maju, Menginspirasi Selalu, maka manfaat yang paling ia rasakan dari hobi membaca adalah kemampuan public speaking menjadi lebih baik karena mendapatkan banyak kosakata baru dari membaca.
Selain itu, membaca juga membantu berpikir lebih kritis, lebih percaya diri saat berbicara, serta lebih mudah memahami berbagai sudut pandang dalam kehidupan.(salmah saurin)
Saat Menikmati Terasa Lebih Menyenangkan
Menurut Juara 2 Lomba Menulis Pantun Tingkat Kabupaten Barito Kuala 2025 ini, agar mudah menyukai membaca adalah mengenali terlebih dahulu jenis buku yang benar-benar kita sukai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ahmad-Fahrul-Razi.jpg)