Tajuk
Pelajaran dari Kasus Rembang
Liga 4 Kalsel pun sudah memasuki babak akhir dan bakal memasuki babak puncak. mempertemukan Persemar Martapura dan Barabai FC
BANJARMASINPOST.CO.ID- PELAKSANAAN Kompetisi laga keempat di Tanah Air terus bergulir di masing-masing daerah, tak terkecuali di bawah naungan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalsel. Liga 4 Kalsel pun sudah memasuki babak akhir dan bakal memasuki babak puncak.
Partai puncak digelar Selasa, 17 Februari 2026 pukul 15.00 Wita di Stadion Demang Lehman akan mempertemukan Persemar Martapura dan Barabai FC. Duel itu bakal menjadi bukti siapa sebenarnya yang memegang tampuk juara Liga 4 Kalsel musim ini.
Lebih dari itu, jenjang pembinaan pemain muda dibuktikan di ajang ini. Daerah mana yang sebenarnya layak mendapatkan predikat sebagai pencetak pemain berkelas dan mumpuni yang bisa berkiprah di kancah yang lebih tinggi, bahkan hingga ke dunia internasional. Bukan tidak mungkin semua itu bisa dirasakan.
Saat inilah, sepakbola Kalsel mulai menunjukkan keseriusannya dalam pembinaan pemain usia dini, yang menjadi penerus Bambang Pamungkas, Evan Dimas Darmono, Haryono, Bima Sakti, Beckham Putra, Saddil Ramdani, Ricky Kambuaya, Ramadhan Sananta, Ernando Ari, Witan Sulaiman, Rizky Ridho dan masih banyak lagi seantero Tanah Air yang ingin menjadi penerus mereka.
Sejauh ini, Liga 4 Kalsel menjadi daerah yang minim pelanggaran, bahkan nyaris tidak ada laporan kericuhan. Liga 4 Kalsel menjadi bukti, kompetisi kasta keempat se-Tanah Air, berjalan lancar dan sukses hingga partai puncak Selasa (16/2) ini.
Tapi, banyak video viral yang membuat dunia sepakbola Tanah Air tersayat. Betapa tidak, selain terjadi kerusuhan, kericuhan serta insiden tidak fair play, penganiayaan terhadap sang pengadil yakni wasit pun terjadi.
Seperti pada pertandingan semifinal leg kedua Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen di Stadion Krida, Kabupaten Rembang, Kamis (12/2). Pada pertandingan itu, PSIR Rembang menelan kekalahan 0-2 dari Persak Kebumen di kandang sendiri dengan agregat 1-3. Setelah pertandingan usai, suporter tuan rumah masuk ke dalam lapangan dan melakukan pengeroyokan terhadap wasit Dwi Purba Adi Wicaksana yang dinilai berat sebelah.
Komdis PSSI Jateng yang bersidang Jumat (13/2), mengeluarkan Surat Putusan No 103/KD.L4/PSSI.JTG/II/2026 tentang sanksi PSIR Rembang, berupa diskualifikasi dan denda.
Aksi ini pun mejadi viral di dunia maya sepakbola Tanah Air. Wajar jika PSSI melalui Komdis PSSI bertindak tegas. Apalagi, sejumlah video kericuhan, bahkan penganiayaan atau pemukulan, intimidasi terhadap wasit pun terjadi.
Semoga insiden di Stadion Krida, Kabupaten Rembang tak terjadi di Kalsel, yang akan melangsungkan laga final Liga 4 musim 2025/2026. Dan semoga sepakbola Kalsel terus maju serta mencetak pemain usia dini yang cemerlang di masa mendatang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/DUEL-UDARA-Persemar-FC-biru-membuka-peluang-besar-melaju-ke-semifinal-Liga-4.jpg)