Tajuk
Selamat Jalan Kiai
Kiai Haji Husin Naparin Lc berpulang. Mantan Ketua MUI Kalsel itu meninggal dunia pada Rabu (6/5/2025)
BANJARMASINPOST.CO.ID- SEMPAT menjadi kabar hoaks beberapa kali, akhirnya informasi berpulangnya ulama kharismatik Kalsel, Kiai Haji Husin Naparin Lc menjadi sebuah kebenaran. Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan itu meninggal dunia pada Rabu (6/5/2025).
Kabar duka ini tentu saja membawa kesedihan bagi umat muslim di Kalimantan Selatan. KH Husin Naparin dikenal sebagai ulama yang bersahaja, bertutur kata lemah lembut. Ceramah atau tausiahnya pun penuh kesejukan.
Selain kharismatik, KH Husin Naparin juga ulama yang memiliki kemampuan menulis artikel. Rubrik fikrah yang tayang tiap hari Jumat di koran Banjarmasin Post dan website banjarmasinpost.co.id, menjadi tempat menuangkan buah pikirannya terkait muamalah maupun fikih.
Berpulangnya KH Husin Naparin pada usia 79 tahun tentu saja turut membawa duka bagi redaksi Banjarmasin Post.
Di era globalisasi seperti sekarang, umat muslim khususnya yang mukim di Kalimantan Selatan masih memerlukan tokoh ulama yang memiliki karakteristik seperti KH Husin Naparin.
Kharismatik dan mudah diterima semua kalangan. Pasalnya, di tengah kondisi global yang tak menentu, berdampak pula kondisi ekonomi Indonesia yang dalam tekanan, umat memerlukan bimbingan spritual agar tidak tergelincir melakukan hal-hal yang negatif.
Ulama adalah benteng pertahanan spiritual dan pemersatu umat. Membantu meredam potensi konflik dan radikalisme, berperilaku moderat, seimbang serta toleran.
Ulama pula yang membantu memastikan kemajuan teknologi tetap harus diiringi akhlak yang mulia dari umat .
Papadahan atau nasihat ulama yang ditokohkan dan dihormati seringkali bisa mengena hingga ke kalbu umat lalu dengan sukarela diikuti dan dijalankan. Bahkan di Kalsel ini, kepatuhan pada pesan maupun arahan guru (ulama) menjadi semacam tradisi yang mengakar kuat.
Kalsel sudah ditinggal sejumlah ulama kharismatik seperti Guru Sekumpul, Guru Zuhdi dan lainnya. Kini ditinggalkan pula oleh KH Husin Naparin. Namun, kepatuhan umat muslim di Kalsel pada ulama kharismatik adalah modal kuat untuk membina umat, siapa pun generasi penerus dari ustadz atau kiai yang berpulang.
Pada akhirnya, kepulangan seorang tokoh ulama kharismatik akan menjadi jalan pembuka bertumbuhnya karakter yang disuka umat muslim dan menjadi pembimbing, mengarahkan ke jalan yang lurus dan benar. Selamat jalan KH Husin Naparin Lc. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kediaman-KH-Husin-Nafarin-13.jpg)