Tajuk
Tantangan Pemain Lokal
Liga 1 2024-2025, kuota pemain asing jadi delapan, yang satu di antaranya asal negara Asia
BANJARMASINPOST.CO.ID - KOMPETISI sepak bola Liga 1 Indonesia 2023-2024 baru rampung beberapa hari lalu. Persib Bandung tampil sebagai juara Championship Series setelah dua kali mengalahkan Madura United, masing-masing dengan skor 3-0 dan 3-1.
Pada musim ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi Liga 1 menerapkan sistem baru dalam penentuan juara. Selain fase reguler seperti sebelumnya, ada Championship Series yang melibatkan empat tim teratas di klasemen akhir setelah 34 pertandingan (18 tim peserta bentrok dua kali). Ada pun juara reguler adalah Borneo FC Samarinda.
Baru saja tuntas, PT LIB telah membocorkan soal Liga 1 2024-2025. Kick off dijadwalkan pada 2 Agustus 2024 dan berakhir di bulan Mei 2025. Itu artinya, 18 tim peserta hanya punya waktu istirahat dan persiapan kembali, lebih kurang dua bulan saja.
Selain itu, ada hal baru yang bakal diterapkan, yakni terkait penambahan jumlah pemain asing yang boleh dikontrak oleh klub. Bila sebelumnya lima pemain asing dari negara mana saja, ditambah satu pemain ASEAN, maka nanti kuota pemain asing jadi delapan, yang satu di antaranya asal negara Asia. Namun, yang boleh dimainkan tetap enam orang termasuk pemain Asia. Sedangkan dua lainnya sebagai cadangan.
Regulasi baru yang menantang sekaligus mengancam pemain Indonesia dan juga pemain daerah asal klub peserta. Disebut begitu, karena tiap klub pastilah mencari pemain asing terbaik menurut versi mereka dan sesuai kondisi finansial. Hal ini tentunya bisa memotivasi pemain lokal untuk meningkatkan performa.
Pemain lokal wajib meningkatkan kemampuan dan disiplin layaknya seorang pesepak bola profesional. Kalau berhasil mencapai level yang diterapkan pelatih, bukan saja bisa jadi pemain utama, malah bisa menembus Timnas Indonesia.
Karena, seperti diketahui, setelah PSSI kembali menjalankan program mencari pesepak bola di luar negeri yang memiliki darah Indonesia, tak banyak pemain Indonesia murni yang mampu menembus Skuat Garuda. Lebih lengkap perihal regulasi baru, bakal disampaikan di Kongres PSSI 10 Juni 2024.
Diharapkan nanti pihak klub peserta juga mendesak soal penggunaan pemain U23 pada kompetisi mendatang. Diketahui, pada Liga 1 2023-2024 sempat ada aturan tiap klub wajib memainkan satu penggawa berusia di bawah 23 tahun, minimal satu babak atau 45 menit. Namun, begitu memasuki tengah kompetisi, aturan tersebut dihilangkan.
Hal ini, tentunya memperkecil peluang pemain muda lokal untuk unjuk gigi. Apalagi saat klubnya berambisi besar mengejar gelar juara. Regulasi ini harus dikembalikan demi regenerasi pemain. Kan konyol bila untuk suplai pemain muda, PSSI juga harus melakukan naturalisasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tajuk-Mudik-Bijak.jpg)