Tajuk

Edukasi Melalui Moda Transportasi

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), 1 September 2024 menandai beroperasinya angkutan feeder di Kota Banjarbaru

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Edukasi Melalui Moda Transportasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - AWAL September diperingati sebagai Hari Penulisan Surat Sedunia. Di Indonesia, dirayakan sebagai Hari Polwan. Di Kalimantan Selatan (Kalsel), 1 September 2024 menandai beroperasinya angkutan feeder di Kota Banjarbaru.

Angkutan feeder (pengumpan) merupakan angkutan yang bertugas mengumpulkan penumpang untuk disalurkan khusus ke angkutan trayek tertentu. Atau angkutan umum berukuran kecil yang melayani penumpang di sebagian wilayah pinggiran.

Sistem feeder merupakan sistem transportasi yang bertujuan untuk melayani bagian kota yang berada di luar jangkauan moda transportasi utama.

Ada lima trayek di wilayah Ibu Kota Kalsel itu yang akan dilintasi oleh angkutan baru tersebut. Trayek I: Taman Makan Pahlawan-Jalan Peramuan-Trikora-Kenanga-Halte Radar-A.Yani- Taman Makam Pahlawan.

Trayek II: Halte Minggu Raya-Jalan Pangeran Suriansyah-Panglima Batur-Karang Anyar-Kebun Karet-AYani-Halte Minggu Raya. 

Trayek III: Halte Al Muhtadien-Jalan Golf-Pelita 5-Kurnia-Halte Al Muhtadien. Trayek IV: Halte Km 0- Jalan A Yani-RO Ulin-Trikora-Masjid Agung-Bundaran Palam-Karang Rejo-Halte Minggu Raya-Halte Km 0. Dan Trayek V: Terminal Simpang Empat- Jalan Mistar Cokrokusumo-Cempaka-SMPN 12 Banjarbaru.

Masing-masing trayek diisi tiga armada. Yang paling menggembirakan, penumpang tak dipungut biaya alias gratis hingga akhir 2024 atau empat bulan ke depan.

Tak hanya kabar bagus bagi warga Kota Idaman. Masyarakat di Kabupaten Tanahlaut juga mendapatkan hal yang lebih kurang sama. Setelah sekian lama, akhirnya rute Bus Trans Banjarbakula sampai ke Pelaihari mulai Minggu, 1 September 2024.

Angkutan yang familiar disebut Bus Tayo itu drop dan jemput penumpang di Terminal H Soemarsono PA Desa Ambungan.

Bus beroperasi tiap hari pukul 05.00-21.00 Wita. Armada TEMAN (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman) tersebut terus bergulir tiap sekitar 30 menit. Namun memang, penumpang tetap dikenai bayaran pakai kartu elektronik seperti sebelumnya. Sedangkan untuk  Layanan Angkutan Tanah Laut (Lakatan), tetap gratis.

Program angkutan umum ini tak sekadar memudahkan masyarakat mendapatkan moda transportasi nyaman dan murah, tapi membantu mengurangi kepadatan dan polusi. Juga, disadari atau tidak, masyarakat mulai dibiasakan menggunakan alat pembayaran selain uang cash. Seperti yang telah diterapkan untuk biaya parkir di Bandara Syamsudin Noor.

Jadi, tidak ada alasan untuk tak mengikuti aturan yang diterapkan, bila enggan tertinggal oleh kemajuan zaman dan teknologi. Sebab pada dasarnya inovasi untuk memudahkan, bukan menyusahkan. Kecuali bagi orang-orang yang memang tak mau berubah demi kebaikan bersama. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved