Serambi Ummah

Kiprah Muhammad Syafiq SHI MH, Dalami dan Ajarkan Ilmu Hukum Keluraga

Kiprah Muhammad Syafiq SHI MH sebagai dosen Hukum Keluarga di Institut Agama Islam Darussalam Martapura.

Penulis: Rizki Fadillah | Editor: Mariana
Dok BPost
DAKWAH - Kiprah Muhammad Syafiq SHI MH sebagai dosen Hukum Keluarga di Institut Agama Islam Darussalam Martapura, mengedepankan dakwah untuk mengajarkan ilmu agama kepada warga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Muhammad Syafiq SHI MH merupakan Dosen Hukum Keluarga di Institut Agama Islam Darussalam Martapura.

Syafiq juga merupakan satu di antara Dosen Luar Biasa yang mengajar di UIN Antasari Banjarmasin.

Selain itu, Syafiq bertindak selaku Guru Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Al-Quran & Bahasa Arab SMK Islami Al Fattah Astambul.

Meski banyak kesibukan mengajar, Muhammad Syafiq tetap mengedepankan dakwah untuk mengajarkan ilmu agama kepada warga.

Bahkan, Muhammad Syafiq lebih mendalami Ilmu Hukum Keluarga, bukan hanya untuk anggota keluarga, melainkan juga warga sekitar serta Bumi Lambung Mangkurat umumnya. Berikut petikan wawancaranya dengan Muhammad Syafiq SHI MH.

Baca juga: Info Cuaca di Banjarmasin Jumat 29 Agustus 2025, Diprediksi Awan Tebal dan Hujan, Cek 5 Kecamatan

Baca juga: Kepedulian untuk Sesama, Tak Pandang Agama, Ras, Suku dan Bangsa

Apa yang menginspirasi Anda berbuat dan berperan di masyarakat?

Inspirasi terdalam saya bersumber dari firman Allah Subhannahu Wa Tala dalam S Al-Mujadilah ayat 11 yang artinya,”Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (1710-1812) menjadi inspirasi utama dalam perjalanan keilmuan saya. Beliau membuktikan, seorang ulama sejati adalah yang mampu mengangkat derajat bangsanya melalui karya nyata. Dari halaqah sederhana di Datu Kalampayan, beliau melahirkan ribuan ulama yang menyebar hingga Jazirah Arab.

Inspirasi selanjutnya datang dari KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul (1942-2005), pewaris spiritual Syekh Arsyad yang hidup di zaman saya. Beliau menunjukkan, ulama sejati adalah yang dekat dengan rakyat, tidak hanya mengajar dari mimbar tetapi turun langsung menyelesaikan persoalan umat.  

Dan Para pendiri pesantren tempat saya menimba ilmu juga memberikan inspirasi yang tak terlupakan. KH Jamaluddin, pendiri Pesantren Darussalam pada 1914, mengajarkan keberanian mengambil langkah yang tidak lazim demi kemajuan pendidikan Islam.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar, dengan reformasi mendasar dalam sistem pendidikan pesantren, menginspirasi saya bahwa tradisi dan modern.

Teladan apa yang Anda ajarkan?

Sebagai pendidik yang dibesarkan dalam tradisi pesantren, teladan yang saya ajarkan berpijak pada nilai-nilai akhlak mulia yang termaktub dalam kitab-kitab klasik yang menjadi rujukan santri. Teladan-teladan ini bukan sekadar teori, melainkan praksis nyata yang saya wujudkan dalam setiapinteraksi dengan mahasiswa dan masyarakat.

Pertama, saya mengajarkan teladan adab mencari ilmu berdasarkan kitab Ta’lim al-Muta’allim karyaBurhanuddin Ibrahim al-Zarnuji. Dalam setiap perkuliahan, saya menekankan, menuntut ilmu harus dimulai dengan niat yang ikhlas karena Allah, bukan karena ambisi duniawi semata.

Kepada mahasiswa, saya selalu contohkan bagaimana memilih referensi yang berkualitas, menghargai waktu pembelajaran, dan bersungguh-sungguh dalam setiap diskusi akademik.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved