Serambi Ummah
Kiprah Muhammad Syafiq SHI MH, Dalami dan Ajarkan Ilmu Hukum Keluraga
Kiprah Muhammad Syafiq SHI MH sebagai dosen Hukum Keluarga di Institut Agama Islam Darussalam Martapura.
Penulis: Rizki Fadillah | Editor: Mariana
Saya juga mengajarkan,”seorang penuntut ilmu sejati tidak pernah merasa cukup dengan pencapaiannya konsistensi pembelajaran dari jenjang sarjana hinggadoktoral yang saya jalani menjadi bukti konkret dari teladanini.
Kedua, saya meneladankan hubungan mulia antara pendidik dan peserta didik sebagaimana diajarkan dalam kitab Adabul’Alim wal Muta’allim karya KH M Hasyim Asy’ari. Dalam setiap pertemuan dengan mahasiswa, saya menciptakan atmosfer pembelajaran yang penuh penghormatan timbal balik. Saya mengajarkan bahwa menghormati guru bukanlah sikap pasif, melainkan bentuk keterbukaan hati untukmenerima ilmu dengan lapang dada.
Ketiga, saya mengajarkan teladan kecintaan praktis kepada Rasulullah Shallallahu Alaiahi Wa Sallam berdasarkan kitab Akhlaq lil Banin karya Ustadz Umar Ahmad Baraja.
Keempat, saya meneladankan keseimbangan antara kesalehan ritual dan kepedulian sosial. Berdasarkan nilai-nilai Ta’limul Muta’allim yang mengandung moralitas berbalut religiuitas, saya mengajarkan mahasiswa, ilmu agama harus diaplikasikan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.
Kelima, saya mengajarkan teladan integritas akademik dan spiritual. Dalam setiap penelitian dan penulisan, saya mencontohkan kejujuran intelektual dengan selalumencantumkan rujukan yang akurat, tidak mengklaim karyaorang lain, dan berani mengakui keterbatasan pengetahuan ketika ada pertanyaan yang belum bisa dijawab. Saya juga mengajarkan bahwa seorang akademisi Muslim harusmemiliki keberanian untuk menyampaikan kebenaran meskipun tidak populer, serta konsisten antara apa yang diajarkan dengan apa yang diamalkan.
Apa motivasi Anda melakukan hal tersebut?
Motivasi terdalam saya berpijak pada sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan Imam Muslim, berbunyi,”Apabila seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya.”
Hadis ini bukan sekadar bacaan bagi saya, melainkan kompas hidup yang mengarahkan setiap langkah pengabdian. Sebagai seorang pendidik, saya menyadari bahwa setiap ilmu hukumkeluarga Islam yang saya bagikan kepada mahasiswa dan masyarakat akan terus mengalir pahalanya meskipun jasad initelah kembali ke tanah. Inilah investasi akhirat yang paling berharga, ketika ilmu yang telah saya ajarkan terusbermanfaat untuk generasi demi generasi.
Adakah hadis atau ayat yang menjadi inspirasi Anda?
Selain ayat yang telah saya sebutkan sebelumnya, hadis yang sangat menginspirasi perjalanan hidup saya adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaiahi Wa Salam,”Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat menurunkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu.”
Hadis ini memberikan semangat luar biasa dalam menempuh pendidikan formal yang panjang. Ketika menghadapi berbagai tantangan akademis, mulai dari menyusun skripsi hingga disertasi, saya selalu mengingat janji Allah dalam hadis ini.
Bagaimana Anda menyikapi perkembangan teknologi dan zaman saat ini?
Saya memandang teknologi sebagai anugerah Allah yang harus kita syukuri dan gunakan dengan bijak. Bagi saya, teknologi bukanlah musuh agama, melainkan alat bantu yang bisa mempermudah dakwah dan penyebaran ilmu. Para ulama dahulu juga menggunakan teknologi sesuai zamannya, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari menulis kitab denganteknologi tulis-menulis yang tersedia, dan karyanya sampai keTimur Tengah. Sekarang saya melakukan hal serupa denganteknologi digital.
Dalam mengajar, saya memanfaatkan teknologi untukmempermudah mahasiswa memahami materi. Ketika menjelaskan hukum pernikahan dalam Islam, saya tidak hanyamembaca kitab kuning, tetapi juga menggunakan presentasidigital, infografis, dan video yang mudah dipahami. Melaluimedia sosial seperti Instagram, saya berbagi konten edukatiftentang hukum keluarga Islam dengan bahasa yang sederhananamun tetap berdasarkan dalil yang kuat.
Apa pesan Anda bagi generasi muda?
Kepedulian untuk Sesama, Tak Pandang Agama, Ras, Suku dan Bangsa |
![]() |
---|
Tanamkan Kepedulian pada Setiap Muslim, Sambangi Fakir Miskin Setiap Pekan |
![]() |
---|
Terapkan Fikih demi Ridha Allah: Kiprah Dakwah Ustadz Pahrul Dosen STAI Rakha Amuntai |
![]() |
---|
Penggunaan Celana Pendek Makin Populer, Ulama: Tidak Semua Tren Harus Diikuti |
![]() |
---|
Pandangan Ulama: Tato Tak Wajib Dihapus Setelah Bertaubat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.