A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Hujan Datang Bencana Mengadang - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Banjarmasin Post
Home » Kolom » Tajuk

Hujan Datang Bencana Mengadang

Jumat, 11 Januari 2013 01:15 WITA
KALIMANTAN Selatan memang aman dari Tsunami. Namun daerah kaya sumber daya alam, terutama tambang batu bara ini tidak bisa bebas dari bencana lain, terutama banjir.

Malah untuk masalah banjir, Kalsel bukan hal yang langka lagi bagi warga Kalsel. Malah banjir sudah menjadi langganan setiap tahun. Jika hujan deras datang, maka warga harus siap-siap menghadapi risiko banjir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Banjarmasin,  memprediksi banjir akan ‘menghantui’ warga Kalsel sampai Februari. Sebab curah hujan yang tinggi diperkirakan akan terjadi sampai bulan itu.

Di Kalsel, kawasan yang menjadi langganan banjir pun boleh dibilang itu-itu saja dan identik dekat dengan kawasan pertambangan terutama batu bara.

Contohnya, pada Kamis (9/1), salah satu daerah tambang batu bara di kawasan Hulu Sungai dilanda banjir. Ratusan rumah warga terendam. Sekolah dan beberapa fasilitas umum lain juga terkena dampak bencana itu.

Jika sekolah terendam, akibatnya sudah pasti bisa ditebak siswa terpaksa diliburkan. Itu artinya pendidikan kembali mengalami gangguan.

Tidak hanya di Tapin, akhir Desember 2012 kawasan lain di Hulu Sungai yakni di Tabalong juga dilanda banjir. Tabalong juga adalah daerah kaya tambang batu bara di Kalsel. Malah salah satu perusahaan terbesar di Tanah Air beroperasi di kabupaten ujung di hulu sungai ini.

Itu untuk kawasan hulu sungai. Daerah pesisir yang juga kaya tambang seperti Tanahlaut, Kotabaru dan Tanahbumbu selalu menjadi langganan banjir.

Pertanyannya? Kenapa banjir kerap menerpa kawasan tambang. Bisa jadi tudingan sejumlah pecinta lingkungan bahwa kerusakan alam daerah itu sudah sangat parah yang berimbas rusaknya kawasan resapan air ada benarnya.

Data Bidang Kelembagaan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Barito setiap tahun, luas kerusakan hutan di Kalimantan Selatan (Kalsel) bertambah hingga 66.500 hektare, akibat gencarnya pembabatan hutan dan alih fungsi kawasan hutan untuk kepentingan lain seperti perkebunan dan pertambangan.

Luas lahan kritis di Kalsel saat ini mencapai 761.042 hektare yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

Sementara Data Dinas Kehutanan Kalsel, dari 112 ribu hektare kawasan Tahura, 60 ribu hektare atau 65 persen dalam kondisi kritis.

Anehnya, meski kerusakan alam akibat pertambangan sudah terbukti merusak alam di Kalsel, belum terlihat upaya nyata pengambil kebijakan mengurangi kerusakan itu. Malah isi bumi di Banua terus dikeruk.

Fatalnya, lagi sering kali jsutru alam yang disalahkan akibat banjir itu. Seperti insensitas hujan yang tinggi atau sungai yang tidak mampu menampung air. Namun kita lupa atau memang pura-pura tidak tahu, ada faktor lain yang menjadi penyebab utama kenapa banjir dengan mudah itu terjadi yakni kerusakan alam.

Hujan memang tidak bisa dicegah, karena itu adalah siklus alam. Namun bukan berarti dampak dari hujan itu tidak bisa kita minimilasasi. Banjir, tanah longsor dan bencana lain akibat hujan sebenarnya bisa diantisipasi jika ada kemauan.

Sekarang, solusi ada di tangan kita. Jika ingin bencana alam terus terjadi, biarkan saja kondisi seperti ini berlangsung. Namun jika ingin melakukan pencegahan, mari bersama-sama mencari jalan keluar yang terbaik. (*)
Editor: Dheny
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
96132 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas