Berita Banjar

Kejari Banjar Siap Eksekusi Terpidana Korupsi KPU Banjar

Kejaksaan Negeri Banjar menerima petikan kasasi dari Mahkamah Agung tertanggal 21 Juni 2018 dan diterima 28 Juli 2018.

Kejari Banjar Siap Eksekusi Terpidana Korupsi KPU Banjar
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Jaksa Fungsional di Kejari Banjar, Evan Adhi Wicaksana 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -  Kejaksaan Negeri Banjar menerima petikan kasasi dari Mahkamah Agung tertanggal 21 Juni 2018 dan diterima 28 Juli 2018.

Tim Bidang Pidana Khusus sudah mendatangi Ahmad Faisal di kediamannya Jalan Pendidikan Martapura.

Kasipidsus Kejari Banjar, Tri Taruna Fariadi melalui Jaksa Fungsional Evan Adhi Wicaksana membenarkan sudah menerima petikan dari Mahkamah Agung. Dalam petikan tertulis Majelis Hakim diketuai oleh Prof Surya Jaya dan anggota M Askin, Leopold Hutagalung.

Baca: Kader NU Kalsel Mayoritas Dukung Jokowi-Makruf Amin di Pilpres 2019

Ketiganya merupakan hakim agung adhoc tipikor MA RI. Ditandatangani Panitera Muda Pidana Khusus, Roki Panjaitan.

“Benar putusan kasasi sudah keluar dan kami sudah memanggil terpidana, Ahmad Faisal yang rencananya beliau akan datang ke Kejari Banjar besok, Rabu,” kata Evan, Selasa (14/8).

Ditegaskannya, pada intinya Kejari Banjar siap melaksanakan putusan baru tersebut. Tentunya melalui proses-proses yang manusiawi.

Baca: Terancam Kekeringan, Embung Handil Birayang Atas Ternyata Belum Aliri Sawahan Petani

Disebutkannya, untuk materi putusan adalah, menolak permohonan kasasi pemohon yakni terdakwa satu Ahmad Faisal dan Husaini. Mengabulkan kasasi pemohon II penuntut umum Kejari Banjar.

Disebutkannya, isi petikan juga menyebutkan Ahmad Faisal dan Husaini, meyakinkan bersalah dalam melakukan tipikor bersama-sama. Kemudian menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ahmad Faisal selama lima tahun dan Husaini selama empat tahun, denda masing-masing terdakwa Rp 500 juta, atau kurungan penjara selama enam bulan.

Baca: Kisah Warga Kampung KB Desa Sungairasau Ketika Andalkan Penjual Air Keliling

Terpidana Ahmad Faisal saat ini menjalani tahanan kota karena pengadilan negeri Banjarmasin mengabulkan permohonan pembantaran dari pengacara hukumnya. Sedangkan untuk Husaini sudah berada dalam tahanan.

Kuasa Hukum Ahmad Faisal, Dian Korona ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengaku lagi ada rapat. Ketika sore hari dihubungi kembali melalui telepon selulernya tidak mengangkat.

Baca: Langsung Jadi Kiper Utama Martapura FC, Ini Kata Mantan Kiper Arema FC ini

Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Sugeng dan rekan dari Kejari Martapura, akibat dugaan korupsi ketiganya ini, kerugian negara mencapai Rp 10,61 miliar.

Ada garis besar dakwaan yang dibacakan secara bergantian ini adalah sisa uang hibah untuk pemilihan Gubernur atau wakil Gubernur dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2015. Bukannya dikembalikan ke kas daerah, justru digunakan untuk pengeluaran yang tidak sesuai peruntukan.

Baca: Tangan Tuan Takur Buat Puskesmas Sebamban Go Nasional

Salah satunya yang dilakukan diluar peruntukan tersebut yakni digunakan untuk melakukan perjalanan wisata ke Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan beberapa puluh orang. (banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved