Berita Tanahlaut

Mau ke Sulawesi 'Jalan Kaki' 15 Anak Punk Ini Terdampar di Tanahlaut, Nasibnya Ada di Tangan Pol PP

Anggota anak punk yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan, dan Jawa ini diangkut ke Jalan A Yani jurusan ke Batulicin Tanahbumbu.

Mau ke Sulawesi 'Jalan Kaki' 15 Anak Punk Ini Terdampar di Tanahlaut, Nasibnya Ada di Tangan Pol PP
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
15 anak punk diangkut mobil Satpol PP Tanahlaut, Senin (11/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dengan wajah berseri-seri 15 anak punk senang diangkut dengan mobil Satpol PP Tanahlaut.

Anggota anak punk yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan, dan Jawa ini diangkut ke Jalan A Yani jurusan ke Batulicin Tanahbumbu.

"Kita memang mau ke sana, mau ke pelabuhan," ujar salah satu anak punk yang sudah dewasa, Dono (21) kepada Banjarmasinpost.co.id, saat ditemui di kantor Satpol PP Tanahlaut, Seni. (11/2/2019).

Rencananya ujar Dono yang datang dari Bandung untuk berkunjung ke Kalsel dan menemui anak punk Kalsel, ia akan bersama-sama ke pelabuhan di Batulicin untuk menuju Sulawesi.

"Kita pas melintas saja di Pelaihari ternyata malah diangkut bapak-bapaknya ke kantor," tambah Dono.

Mereka kala itu sebutnya tengah berjalan kaki sambil mencari tumpangan untuk ke Pelabuhan Batulicin. Di Sulawesi tambah Dono akan diadakan pesta musik dan anak punk akan berkumpul di sana.

Baca: Bule Australia Nikahi Kembang Desa di Kalsel, Ternyata Tidak Terdaftar di Imigrasi, Begini Nasibnya

Baca: Ahmad Dhani Tulis Surat Dari Rutan Usai Dijenguk Mulan Jameela, Eks Maia Estianty Tak Jalani Vonis

Baca: Terungkap! Sebelum Nodai 2 Bocah di Tanahbumbu, Mbah Minta Ijin ke Istri Pulang Nimbang Karet

"Di sini ada yang dari Kalimantan, dari Jawa, dari Sumatera kumpul, sama-sama mau ke Sulawesi naik kapal, kalau naik pesawat kita tidak cukup dana," jelasnya.

Diangkutnya anak punk ke Jalan A Yani tepatnya di Desa Sarang Halang terang Kabid aparatur dan perlindungan masyarakat Satpol PP dan Damkar Tanahlaut , Tonymana agar anak punk segera meninggalkan Kabupaten Tanahlaut dan menuju Kabupaten Tanahbumbu dan naik kapal. Dengan itu anak punk takkan meresahkan warga di Tanahlaut.

"Mereka berpakaian dan beratribut nyentrik dan ini biasanya meresahkan warga, meskipun saat kita interogasi mereka tak mengganggu juga," jelas Tony.

Baca: Niat Besuk Keluarga, Nova Malah Rasakan Genangan Air di Ruangan RSUD Ulin Banjarmasin

Baca: Disdik Banjarbaru Serahkan Jadwal UNBK ke PLN dan Telkom, Listrik & Internet Masalah Utama

Selama ini sebutnya citra anak punk sudah buruk di masyarakat sehingga Satpol PP dan Damkar bertugas mengamankan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"Tadi anggota kami temukan mereka sedang menunggu truk di Jalan Kemakmuran atau Jalan Parit di Pelaihari," tambahnya.

Saat diboyong ke kantor Satpol PP Tanahlaut, 15 anak punk tak diberikan sanksi apapun. Mereka hanya diberi pembinaan agar tak menakutkan masyarakat dengan pakaian yang nyentrik.

Kumpulan anak punk yang ditemukan dianggap sebagai gaya hidup karena mayoritas datang ke Kalsel sudah membawa uang masing-masing.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved