Ekonomi dan Bisnis

Pemilu Berjalan Aman dan Damai, 6 Saham Sektor Ini yang Disarankan Analis Banua

Adanya Pemilu ini cukup berpengaruh terhadap pergerakan saham. respon pasar cukup positif terhadap penyelenggarakan pemilu .

Pemilu Berjalan Aman dan Damai, 6 Saham Sektor Ini yang Disarankan Analis Banua
banjarmasinpost.co.id/acm
Ilustrasi transaksi saham investor Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemilihan Umum (Pemilu)  Pilpres dan Pileg telah berlangsung di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan (Kalsel). Adanya Pemilu  ini cukup berpengaruh terhadap pergerakan saham.

Kepala Kantor BEI Kalimantan Selatan (Kalsel), Yuniar menuturkan, secara umum respon pasar cukup positif terhadap penyelenggarakan pemilu serentak yang berjalan serentak dengan lancar dan damai.

"Sejak beberapa hari sebelum Pilpres, banyak investor menahan diri hingga pengumuman pemerintahan. Pesta demokrasi yang tidak menimbulkan kericuhan ini akan berdampak baik bagi perekonomian Indonesia," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (18/4/2019).

Baca: Pengembalian Logistik Pemilu 2019 Sempat Terhenti, Ini yang Dialami PPK Banjarmasin Tengah 

Baca: BREAKING NEWS : Tukang Servis Jam Tewas Terlindas Truk Tronton di Mistar Cokrokusumo Banjarbaru

Baca: Programkan Pelatihan Gratis Balangan Kompeten,  Pemkab Balangan Targetkan Latih 1.300 Orang

Ditambahkannya, sehari jelang pemilu berbagai indikator ekonomi cenderung positif, seperti nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi Rp 14.000, begitu juga dengan pasar saham yang ditutup positif di akhir perdagangan.

Sementara itu, Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin mengatakan,perkembangan penanaman modal asing langsung akan dipengaruhi oleh hasil Pemilu 2019.

Menurut dia, jika investor asing menilai pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar dan damai, aliran modal dari luar negeri akan meningkat pada tahun ini.

Selain itu, Herry memperkirakan minat investor asing juga akan dipengaruhi oleh kandidat capres-cawapres yang menang di Pilpres 2019. Namun, kandidat yang cenderung disukai oleh investor asing belum bisa dipastikan.

"Penentuan pemenang Pemilu 2019 cukup ketat. Jadi perkembangan investasi sangat bergantung pada kondisi politiknya," ujar Herry.

Ditambahkannya, pada tahun politik laju investasi memang selalu cenderung melambat. Hal itu juga sempat terjadi pada tahun 2009 dan 2014.

Meskipun demikian, kata dia, kinerja investasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor politik. Terdapat masalah klasik lainnya yakni terkait kepastian hukum, pembebasan lahan, inkonsistensi kebijakan, dan persoalan perizinan, juga berpengaruh negatif terhadap kinerja investasi.

"Saham sektor Konstruksi, Properti, Infrastruktur, Retail, Konsumer, Basic-Ind dan Misc-Ind memiliki sentimen positif saat ini dan ke depannya," imbuhnya.

Baca: 10 Fakta Kemunculan Hawkeye di Avengers : Endgame, Identitas Baru Clint Barton Usai Infinity War

Baca: Respons Tak Terduga PKS & Demokrat Sikapi Hasil Quick Count Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo Subianto

Dia meyakini bahwa probabilitas IHSG mencapai level 6.746 masih cukup tinggi hingga pertengahan Juni 2019.

Euforia atas hasil pemilu akan memberikan sentimen positif atas saham konsumer-ritel (GGRM, ICBP, SIDO, HOKI, ERAA), saham BUMN (TLKM, BBNI, JSMR, PTPP, WIKA, GIAA), saham CPO (LSIP) didukung implementasi B20-B100.

Sedangkan untuk saham konstruksi, rally yang berpotensi terjadi dapat dimanfaatkan sebagai opportunity untuk Sell on Strength karena cenderung telah priced in. Diperkirakan potensi risiko akan lebih besar pada 2019. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved