Jokowi
Tidak ada pemilihan kepala daerah baik bupati/wali kota maupun gubernur, sesemarak Pemilukada DKI Jakarta. Bukan hanya orang Jakarta
Pemilukada DKI bisa menjadi contoh. Kedua calon ternyata bisa mengendalikan massanya, yang menang atau kalah sama-sama bisa menjaga emosi pendukungnya.
Siapa bilang Jakarta itu hanya miliknya orang Betawi. Jakarta itu seperti Amerika Serikat, penduduknya heterogen dari berbagai suku. Orang Afrika bisa menjadi presiden Amerika yang sangat berkuasa, kini orang Solo menjadi Gubernur Jakarta yang sangat prestisius.
Komitmen Barack Obama terhadap rakyat miskin sangat tinggi, komitmen Jokowi juga sama. Keduanya juga bukan pemimpin partai, juga sama-sama miskin untuk ukuran masing-masing. Tinggi badan, kurus-kurusnya, wajahnya juga mirip-mrip. Mereka juga sama-sama dicintai rakyat kebanyakan.
DKI dengan APBD Rp 180 triliun selama lima tahun hanya tambah macet dan banjir, Solo dengan kisaran Rp 5 triliun selama 5 tahun bisa disulap seperti itu. Tunggu apa lagi Pak Jokowi, langsung saja tancap gas, rakyat menunggu bukti. (*)