Mati Konyol atau Terhormat
Mati konyol dalam istilah agama bisa disamakan dengan mati dengan menzalim dirinya sendiri, sementara mati terhormat adalah mati thayyibin.
Kehati-hatian dalam memilih teman, karena teman bisa mendorong kepada kebaikan dan bisa pula kepada kejahatan. Kelompok-kelompok mana yang perlu dimasuki agar selamat. Selamat di dunia dan selamat di akhirat.
Nabi pernah menegaskan bahwa “Agama seseorang adalah agama temannya, maka hendaklah berhati-hati memilih teman”.
Kehati-hatian dalam sepak terjang selama di dunia karena perkataan, perbuatan dan perilaku akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah nanti, di saat itu mulut dikunci, tetapi tangan berbicara, kaki menjadi saksi terhadap apa ia lakukan.
Kehati-hatian dalam mengumpulkan dan membelanjakan harta, karena di akhirat kelak tidak bergerak kaki anak Adam kecuali ditanyai tentang hartanya, darimana mereka memperoleh dan kemana membelanjakannya.
Manusia dibekali Allah akal dan hati, agar bisa merenungkan dan mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman sehingga dengan jernih mampu memaknai hidup. Bagi mereka yang senang tauran, hidup seperti tidak mempunyai makna. Hidup dianggapnya tidak berdampak panjang sehingga dengan mudah mencampakkan dirinya kepada kebinasaan.
Kematian yang terhormat adalah kematian yang kita dambakan, sebuah kematian yang disambut para malaikat dengan kesukacitaan, sehingga mereka menyambutnya dengan ucapan “Selamat dan Sejahtera untukmu”. Semoga. (*)