‘Si Jengger Ayam’ yang Mematikan
Seorang pemuda tampan dengan dandanan rapi datang ke praktik dokter senior. “Dok, kemaluan saya kok tumbuh seperti kutil semakin lama semakin banyak ya? “ demikian keluhnya.
Luka pada kelamin akibat IMS mempermudah penularan HIV karena adanya cairan tubuh atau darah pada luka akibat IMS.Tidak ada tanda khas pada orang dengan HIV. Orang yang tertular HIV pada awalnya tampak sehat (tetap dapat menularkan HIV-nya) namun dalam waktu 5 hingga 20 tahun daya tahan tubuh akan semakin lemah hingga menjadi AIDS (acquired immune defficiency syndrome).
Dalam tahap AIDS penderita mudah sakit-sakitan karena tubuhnya tidak sanggup melawan infeksi yang menyerang tubuhnya. Kuman dan jamur yang pada orang sehat tidak menyebabkan penyakit, pada orang dengan AIDS dapat membuat penderita menjadi sakit. Umumnya penderita meninggal akibat infeksi yang dideritanya. Obat yang diberikan sampai saat ini hanya dapat menghambat perkembangan virus atau meningkatkan daya tahan tubuh. Ke depan diharapkan dapat ditemukan obat baru yang dapat membunuh virus HIV.
IMS dan HIV/AIDS tak dapat dicegah dengan minum obat sesudah dan sebelum berhubungan seks dan mencuci alat kelamin sesudah berhubungan seks. Memilih pasangan seks dari penampilan luar juga tidak bisa membedakan apakah mereka mengidap IMS atau tidak, karena siapa saja dapat terkena IMS dan tampak sehat sebelum muncul gejala.
Demikian mengerikannya akibat dari hubungan seks bebas sehingga tak salah jika IMS disebut sebagai “Penyakit Hukuman Tuhan”. Dengan mengenal akibat buruk dari beberapa PMS di atas hendaknya kita dapat berpikir lebih bijaksana untuk saling setia kepada pasangan dan tidak melakukan hubungan intim diluar pernikahan. (*)
stefani_nurhadi@hotmail.com