Kudeta

Tak ada hujan tak ada angin, isu kudeta merebak. Sejauh mana tingkat kebenarannya, belum jelas. Pers tidak mem-blow up berita ini, rakyat juga santai saja, malah bertanya-tanya kudeta yang mana lagi?

Tayang:
Editor: M Fadli Setia Rahman

Perambahan hutan tak pernah berhenti, sektor pertambangan lebih banyak merugikan rakyat seperti di sentra-sentra batu bara dan emas. Kebijakan pupuk juga tidak berpihak pada petani. Semua itu membuat rakyat semakin jauh dari sejahtera. Tawuran yang terjadi tiap hari makin menunjukkan kalutnya suasana di negeri ini.

Karenanya rakyat semakin acuh. Pemerintah kerja terus tapi rakyat juga demo terus, karena keduanya tak pernah nyambung. Presiden mengurus partai, menteri-menteri mengurus partai, rakyat mengurus diri sendiri.

Kekecewaan seperti ini sudah lama menggelayuti rakyat. Itulah mungkin yang mendorong mereka pada 25 Maret 2013 besok turun ke jalan. Itu wujud dari suasana batin rakyat yang lama tidak disapa.

Jadi kalau rakyat minta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mundur itu bukan hal baru, jangan buru-buru dianggap mau kudeta. Tiap hari rakyat juga berteriak-teriak minta Yudhoyono mundur. Cuma yang didemo cukup tegar. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved