Horor dan Honor
Peristiwa UN (Ujian Nasional) ibarat sudah menjadi agenda tahunan. Bukan ujiannya, tapi peristiwa yang menyertainya. Misalnya, kisah siswa yang belajar mati-matian siang malam, orang tua yang pontang panting mencarikan guru les
Tanpa berprasangka buruk, dari dulu tender memang selalu menyimpan rahasia. Ada tender yang menyertakan pula perusahaan-perusahaan bodong untuk memenangkan perusahaan tertentu dan ini tidak gratis, ada honornya (untuk mengganti istilah suap).
Perusahaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin memenangi tender pembangunan wisma atlet di Palembang juga dengan ‘dukungan’ perusahaan penggembira, miliknya juga, di samping dukungan Badan Anggaran (Banggar) DPR.
Anggaran mencetak soal ujian tahun ini Rp 125 miliar untuk 12,2 juta siswa. Seandainya daerah dilibatkan mungkin ceritanya lain. Kasihan murid, mental mereka runtuh. Kalau tidak lulus tentu bukan kesalahan mereka semata.
Ini baru untuk ujian SMA/sederajat. Senin besok UN tingkat SMP juga digelar. Lebih baik atau lebih buruk, kita tunggu saja.
UN Ibarat horor bagi peserta tapi menyenangkan bagi pemenang tender dan orang-orang yang ‘berjasa’. Ada horor ada honor. (*)