Drama Susno

Melalui rubrik ini saya pernah menulis tentang Komjen (Pur) Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri. Saat itu dia saya gambarkan sebagai tokoh Karna dalam pewayangan.

Tayang:
Editor: M Fadli Setia Rahman

Karena tiga kali ia mangkir dari panggilan eksekusi, akhirnya sejumlah jaksa mendatangi rumahnya di Bandung, tapi Susno tetap menolak bahkan minta perlindungan Kapolda Jabar. Ia juga dilindungi kader Partai Bulan Bintang (PBB), tempat dia kini bergabung. Susno menghilang, akhirnya ia dinyatakan buron oleh Kejaksaan.

Semua ahli menyatakan Susno harus dieksekusi. Putusan MA itu berkekuatan hukum tetap sehingga status Susno bukan lagi terdakwa yang masih perlu ditegaskan perlu ditahan atau tidak.

“Susno sudah jadi terpidana jadi otomatis tak usah dijelaskan pun harus masuk penjara,” kata Ketua MA Hatta Ali.

Entah karena tersudut oleh berbagai opini atau tidak, akhirnya Susno menyerahkan diri Kamis (2/5/2013) malam di Lapas Cibinong, saat orang mulai kehilangan simpati atas sikapnya yang mbalelo. Drama Susno berakhir.

Adipati Karna mati dalam perang Baratayudha. Kurawa kalah total, angkara murka lenyap, Hastina menjadi negeri yang adil dan makmur di bawah Pandawa. Tapi Susno bukan Karna, tidak ada yang berubah sepeninggalnya masuk penjara, kecuali angkara murka yang makin menjadi.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved