Perguruan Tinggi Negeri Lebih Mahal
Tak Tersentuh si Miskin
NEGERI yang kita cintai bersama ini adalah milik semua warga negara dari segenap lapisan dan strata sosial apapun.
Guru SMPN 3 Panyipatan Tanah Laut
NEGERI yang kita cintai bersama ini adalah milik semua warga negara dari segenap lapisan dan strata sosial apapun. Demikian pula, apa yang dikuasai dan dimiliki oleh negara ini yang telah diberi label ‘negeri’ menjadi hak bersama warga negara Indonesia untuk memelihara dan menikmati sebagai fasilitas yang disediakan termasuk perguruan tinggi negeri.
Ketika universitas negeri telah ‘mengkhususnya’ dirinya hanya untuk dinikmati oleh anak-anak bangsa yang berduit, maka makin mempersempit ruang gerak dan akses bagi anak-anak warga negara yang tidak berduit untuk bersama-sama menikmati fasilitas yang disediakan oleh negara ini untuk semua anak bangsa.
Pendidikan gratis yang didengungkan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah juga tidak sepenuhnya dinikmati oleh anak-anak bangsa yang terbesar di negeri, yaitu anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung karena tidak memiliki kekayaan dan duit yang banyak.
Kemudian, kini ketika mau melanjutkan ke perguruan tinggi, khususnya universitas negeri, mereka kembali kalah bersaing dengan anak-anak dari keluarga yang berduit. Sungguh ironi, nasib si miskin, ketika negeri ini sudah merdeka hampir 68 tahun lamanya tetapi masih ada warga negera yang belum merdeka sepenuhnya dari monopoli hak oleh mereka yang berada. (*)