Perguruan Tinggi Negeri Lebih Mahal
Beasiswa Masih Terbatas
SEIRING reformasi yang dilakukan dan kebijakan yang selalu berganti menuju pencerdasan anak, maka dari waktu ke waktu kurikulum pun berubah
Oleh: Irma Rahmayani
Mahasiswa di Banjarbaru
SEIRING reformasi yang dilakukan dan kebijakan yang selalu berganti menuju pencerdasan anak, maka dari waktu ke waktu kurikulum pun berubah. Aturan pendidikan yang ternyata menciptakan kebijakan yang sering kali menjadikan masyarakat menjadi sapi perah yang dipaksa membayar uang kuliah yang sangat tinggi.
Harapapan orangtua untuk memasukkan anaknya keperguruan tinggi negri adalah perguruan tinggi milik pemerintah yang tentunya biaya pendidikan lebih murah dibandingkan dengan perguruan tunggi swasta ternyata hanya mimpi belaka, pera orang tua harus membayar uang muka agar anak- anak mereka dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik dan dapat menggapai cita-citanya.
Biaya kuliah negeri lebih mahal dari pada universitas dan lembaga pendidikan tinggi swasta, sehingga menghalangi anak-anak yang berotak encer dari kalangan orang tak punya unuk bersekolah di universitas atau pun perguruan tinggi negeri.
Meskipun ada beasiswa pemerintah untuk mahasiswa kurang mampu tapi jumlahnya sangat terbatas tidak mampu mencapai semua penduduk yang kurang mampu di negeri ini. Apa lagi bagi anak yang memiliki kemampuan pas pasan menjadi anak kuliah hanya akan barada dalam bayangan mereka dan sulit menjadi kenyataan. (*)