Islam tentang Hewan

INDONESIA kembali menjadi sorotan masyarakat dunia. Negeri ini disebut tidak bersahabat dengan hewan.

Editor: Dheny Irwan Saputra

Oleh: KH Husin Naparin

INDONESIA kembali menjadi sorotan masyarakat dunia. Negeri ini disebut tidak bersahabat dengan hewan.

Bahkan, ada kebun binatang yang menjadi lokasi penyiksaan bagi koleksinya. Anggapan buruk ini berawal saat reporter media Inggris Daily Mail, Richard Shears, mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jatim.

Menurutnya, KBS adalah kebun binatang mauk karena tidak memperlakukan satwa koleksinya dengan baik. Padahal  KBS yang beroperasi sejak 1916 ini, pernah menjadi kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara; tapi kini mendapat julukan: Worlds’s Cruellest Zoo (Kebun Binatang Paling Keji Sedunia).

Mengapa demikian? Di kebun binatang ini ada gajah yang dirantai, ada 150 ekor pelikan berdesakkan di kandang sempit tidak bisa melebarkan sayap, ada unta kurus tinggal kulit pembalut tulang, ada kera capuchin dengan wajah memelas seolah minta dibebaskan, ada unta mati dikandangnya akibat tumor di ususnya, ada harimau Sumatera sakit parah akibat mengkonsumsi daging berpengawet; dalam 3 tahun terakhir 50 ekor hewan mati, 3000 satwa lainnya dibiarkan mati secara perlahan.

Sementara itu, Jubir KBS menyatakan sebenarnya sudah terdapat peningkatan perbaikan, hewan yang mati, karena sakit tua, dana terbatas. Tetapi menurut keterangan lain, pemilik kebun binatang ini lebih fokus mengelola toko makanan dan souvenir. (Lihat BPost 28/12/2013).

Islam adalah agama yang memperlakukan hewan sebagai makhluk yang harus dirawat dan disayangi, tidak boleh disiksa dan disalahgunakan; kendati ada hewan yang boleh di bunuh karena membahayakan seperti ular, gagak, tikus, anjing, galak, dan burung elang.

Menyanyangi dan menyantuni hewan membuka pintu pengampunan dan surga. Rasulullah SAW menceritakan: “Ketika seseorang melakukan perjalanan, ia tertimpa kehausan, lalu ia menemukan sebuah sumur dan ia pun masuk ke dalamnya untuk minum. Setelah ia keluar, ternyata ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya menjilat pasir, karena kehausan.

Orang itu bergumam: Anjing ini telah merasa kehausan seperti yang telah aku rasakan. Ia pun kembali menuju sumur tadi dan memenuhi khuf (sejenis kaus kaki dari kulit) nya dengan air, lalu digigitnya seraya memanjat ke permukaan. Lalu ia minumkan air itu kepada anjing tersebut; maka Allah SWT menerima amalnya dan mengampuni dosanya.

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan mendapatkan pahala dengan memberi minum hewan ternak kita?” Beliau menjawab: “(Kebaikan) terhadap setiap makhluk hidup terdapat pahala” (HR Muslim).

Menyia-nyiakan  hewan, bisa jadi  menyeret seseorang ke dalam neraka. Rasullah SAW menceritakan: ‘’Seorang perempuan disiksa gara-gara seekor kucing yang diikatnya sampai mati sehingga wanita itu masuk neraka. Ia tidak memberi makan dan tidak pula memberinya minum ketika ia mengikat kucing itu, dan tidak pula melepaskannya untuk mencari makan rumput-rumput bumi” (HR Muslim).

Suatu hari Rasullah SAW menyaksikan ada orang membakar sarang lebah dengan api, beliau tegas berkata: ‘’Seseorang tidak berhak menyiksa hewan itu dengan api kecuali pencipta api itu sendiri”’(HR Abu Daud). Beliau bersabda pula: ‘’Allah mengharuskan ihsan (berbuat baik) terhadap sesuatu. Kalau pun kalian harus membunuh hewan, bunuhlah dengan baik; bila kalian menyembelih sembelihlah dengan baik,  pertajam pisau agar hewan sembelihannya cepat istirahat (mati)’’ (HR. Muslim).

Beliau pernah gusar menyaksikan orang-orang yang mengendarai hewan seenaknya, anak-anak yang mengganggu anak burung, membunuh katak, hewan kurus karena kelaparan. (*)

Tags
Fikrah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved