Anas Melawan
DARI sekian banyak tersangka yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hanya mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD)
Mungkin itu membuat Yudhoyono gerah, apalagi setelah elektabilitas PD anjlok. Dilakukanlah usaha untuk menggeser Anas dan kepemimpinan diambil alih Yudhoyono. Perang terbuka keduanya dimulai.
Sementara itu KPK menetapkan Anas sebagai tersangka atas tuduhan menerima dana dari proyek Hambalang untuk memenangkan dirinya sebagai ketua umum dalam kongres di Bandung.
Ia juga dituduh menerima mobil mewah dari PT Adhi Karya yang memenangi tender di proyek tersebut. Tuduhan yang lain, korupsi pengadaan vaksin di PT Bio Farma Bandung dan proyek pengadaan laboratorium kesehatan Universitas Airlangga Surabaya.
Terlepas dari perkelahian mereka, rakyat mendukung langkah KPK menghukum koruptor. Sepak terjang Anas pun tak lepas dari pengamatan masyarakat. “Anas 10 tahun lalu bukan apa-apa, kini dia bisa bikin istana di Duren Sawit, dari mana duitnya,” kata peneliti Indonesia Legal Roundtable, Erwin Natosamal (Kompas 12/1/2014).
Lewat jejaring sosial banyak celotehan liar. Ada yang minta koruptor dihukum mati, banyak pula yang menanti janji Anas untuk digantung di Monas jika terbukti korupsi satu rupiah sekalipun.
Kita tunggu benarkah KPK disusupi kepentingan politik atau justru KPK yang dipolitisasi. Perjalanan masih panjang.(*)