Meletusnya Sinabung

Berdasarkan berita Tribun Jambi kemarin, para korban ini berada cukup dekat dengan kaki gunung Sinabung

Editor: Dheny Irwan Saputra

GUNUNG Sinabung di Sumatera Utara (Sumut) mengamuk. Di awal bulan Februari, Sabtu (1/2) pagi jelang siang kemarin, terjadi erupsi, dan awan panas menewaskan 14 orang warga, yang sebagian besar adalah mahasiswa dan siswa SMK, juga wartawan, guru, serta warga sekitar.

Berdasarkan berita Tribun Jambi kemarin, para korban ini berada cukup dekat dengan kaki gunung Sinabung, yaitu di Desa Sukameriah. Mereka sedang melihat aktivitas gunung yang sehari sebelumnya dinyatakan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tidak ada peningkatan aktivitas. Pada Minggu, ditemukan lagi satu orang tewas, hingga total jumlah korban menjadi 15 orang.

Sebelumnya, bencana akibat meletusnya gunung berapi kita ingat terjadi pada 2010 lalu, saat Gunung Merapi di Yogyakarta meletus, yang mengakibatkan hampir 300 orang tewas. Beberapa yang tewas juga termasuk wartawan, dan tim penyelamat yang berusaha mengevakuasi warga yang tersapu awan panas.

Gunung meletus adalah bencana yang sebenarnya cukup akrab di telinga orang Indonesia, karena negeri ini memang memiliki banyak gunung berapi yang aktif. Bahkan, Indonesia dijuluki negeri cincin api karena dilingkari oleh jalur gempa teraktif di dunia yang dikenal dengan cincin api Pasifik (mengutip National Geographic). Gempa, dan jajaran gunung berapi di Nusantara menjadi sumber bencana yang tersedia di negeri ini.

Beberapa waktu lalu, media Kompas melakukan ekspedisi mendaki gunung-gunung berapi di Indonesia, yang memakan waktu selama setahun, dikenal dengan Ekspedisi Cincin Api.

Tentang letusan gunung berapi paling hebat, yang paling diingat oleh anak-anak Indonesia karena diajarkan di sekolah, adalah meletusnya Gunung Krakatau pada masa lampau. Kita juga ingat pelajaran di sekolah dulu, bahwa alam Indonesia demikian subur akibat debu letusan gunung berapi di masa lalu.

Terdengar membanggakan, namun sebenarnya menyimpan kengerian bagi mereka yang mengalami langsung atau berada di sekitar lokasi pada saat gunung api meletus.

Demikian juga yang kini sedang terjadi di Sumatera Utara. Sinabung barangkali sudah mulai tenang, namun entah apa yang akan terjadi dalam hari-hari ke depan. Karena PVMBG pun tidak benar-benar bisa memprediksi kapan gunung Sinabung akan memuntahkan abu dan awan panasnya.

Korban tewas berjatuhan, namun hal itu tak menyurutkan warga negeri ini untuk kembali datang dan hidup di kawasan bencana. Lokasi semburan awan panas Merapi Yogyakarta, juga menjadi tempat tujuan wisata. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved