Menjaga Perekonomian Stabil
PEMERINTAH harus melakukan upaya reformasi struktural agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat
PEMERINTAH harus melakukan upaya reformasi struktural agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai angka tujuh persen dalam beberapa tahun mendatang. Jika pemerintah meneruskan reformasi struktural, pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,5 persen atau lebih. Bila ingin mencapai tujuh persen, pemerintah harus berupaya lebih keras.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, mengatakan di Jakarta, baru-baru ini, reformasi struktural berupa upaya mendorong daya saing industri nasional, membangun kemandirian ekonomi nasional, dan melahirkan sumber pembiayaan pembangunan yang berkesinambungan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2014 mencapai 5,21 persen atau lebih rendah dari proyeksi pemerintah sebesar 5,6 hingga 5,7 persen. Sedangkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2014 menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen.
Upaya perbaikan itu, harus didukung kebijakan dalam bidang energi, pangan, serta modal utama pembangunan, termasuk pembenahan infrastruktur, sumber daya manusia, teknologi dan pembangunan institusi. Semua harus bersinergi dengan kebijakan di bidang energi, pangan, dan pembangunan.
Percepatan reformasi struktural merupakan kunci mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Keterbatasan kapasitas produksi nasional menyebabkan pertumbuhan ekonomi tinggi memunculkan ketidak seimbangan makro ekonomi. Prospek ekonomi jangka menengah membaik, bila masalah fundamental ekonomi teratasi lewat reformasi struktural.
Masalah fundamental ekonomi antara lain kondisi struktur pembiayaan dengan pasar keuangan domestik yang dangkal dan sumber dana jangka panjang terbatas. Begitu pula, kondisi struktur produksi domestik yang memerlukan peningkatan sisi penawaran untuk memenuhi permintaan yang kompleks. Tantangan lain adalah pengembangan sumberdaya manusia.
Reformasi struktural harus mencakup pendalaman pasar keuangan agar sehat dan efisien untuk mendukung peningkatan investasi dan pembiayaan perekonomian, termasuk infrastruktur. Selain itu, peningkatan kapasitas, produktivitas dan daya saing perekonomian lewat strategi industri dan perdagangan yang didukung oleh penguatan teknologi, kelembagaan dan SDM.
Walaupun perekonomian nasional pada tahun 2014 bakal stabil karena dukungan pertumbuhan yang lebih seimbang, inflasi yang terkendali, serta defisit transaksi berjalan yang menurun, pemerintah tetap harus mempertimbangkan berbagai risiko, baik global maupun domestik, yang dapat mengganggu stabilitas itu. (*)