Waspada Banjir

Dalam beberapa tahun terakhir, kecuali Banjarmasin dan Kabupaten Batola yang hanya tergenang beberapa saat, ada sejumlah kawasan

Editor: BPost Online
BPost Cetak
Ilustrasi 

BANJIR kini menjadi ancaman bagi sebagian masyarakat Kalimantan Selatan. Curah hujan yang cukup tinggi menjadi penyebab timbulnya perasaan waswas masyarakat tersebut.

Berbeda dibanding di Jawa dan daerah lainnya di negeri ini, banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) hanya datang musiman. Artinya, banjir datang melanda hanya di saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kecuali Banjarmasin dan Kabupaten Batola yang hanya tergenang beberapa saat, ada sejumlah kawasan di wilayah Kalsel yang selalu menjadi langganan banjir. Misalnya, di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, sejumlah kawasan di hulu sungai, Tanahbumbu dan Kotabaru.

Di kawasan yang cukup dekat dengan Kota Banjarmasin, yakni kampung Basung Kecamatan Cempaka, Banjarbaru misalnya, masyarakat setempat sangat waswas datang banjir. Ibarat bom waktu, banjir di kawasan itu tinggal menunggu waktu.

Seperti dilansir harian ini kemarin (7/11/2016), Amrullah (20) warga RT 1 RW 1 Kampung Basung II, mengaku waswas banjir bakal menggenangi kampungnya. Hampir setiap hari dia digayuti perasaan waswas lantaran hujan yang terus turun dengan intensitas cukup tinggi.

Rumah Amrullah hanya berjarak sekitar 20 meter dari Jembatan Basung. Dan, posisi rumah berada di cekungan rendah Jalan HM Mistar Cokrokusumo berseberangan Masjid Jami Nurul Hasanah. Ketinggian lantai rumah dari permukaan aspal jalan terpaut sekitar 60 cm.

Saban tahun limpasan banjir dari Sungai Basung selalu merendam rumah keluarga Amrullah.

Terakhir, tepatnya pada akhir Maret lalu, rumah Amrullah tergenang setinggi pinggang akibat me-luapnya Sungai Basung.

Dampak dari banjir Maret lalu cukup luas. Setidaknya warga yang tinggal di tiga RT merasakan genangan air. Kawasan yang terendam yaitu RT 15 kampung Basung 1 Kelurahan Cempaka, yang merendam 85 rumah yang dihuni 102 kepala keluarga (KK). Kemudian di kampung Basung 2 sekitar Masjid Jami Nurul Hasanah, rumah yang terendam sebanyak 15 buah, dan RT 4 RW 2 sebanyak 20 rumah.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel, puncak hujan terjadi pada Desember dengan curah hujan berkisar 300 mm hingga 400 mm.

Dikhawatirkan, pada Desember nanti juga ada kemungkinan hujan berlangsung secara berturut-turut dalam beberapa hari. Pada kondisi demikian, daerah yang rawan longsor sangat berpotensi menjadi bencana bagi warga sekitar. Kita mengimbau agar pada saat hujan turun terus menerus atau berlangsung berjam-jam, maka hindari jalur perjalanan rawan longsor.

Belajar dari kasus sebelumnya, masyarakat diharapkan selalu waspada dan dapat mengantisipasi banjir, terutama menyelamatkan keluarga dan harta bendanya agar kerugian tidak banyak.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah masing-masing, diharapkan bertindak sigap dalam membantu warganya.

Banjir memang tidak bisa ditolak, karena kerusakan hutan di Kalsel sudah cukup parah. Oleh karena itu, perlu upaya penanaman kembali agar resapan air bisa terkendali. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved