Jad, si Anak Yahudi
JAD adalah seorang anak, berusia 7 tahun di era 1940-an. Tinggal bersama keluarganya di apartemen, di sebuah kota di Perancis. Dia lahir dari
Jadullah pernah berkata, “Saya jadi muslim di tangan seorang lelaki yang justru tidak pernah berbicara tentang agama. Tak pernah berkata, “kamu Yahudi”, kamu Kafir”,”belajarlah agama”,”jadilah muslim”. Tapi, dia menyentuh saya dengan akhlak, sebaik-baiknya perilaku. Memperkenalkan kepada saya sebaik-baiknya kitab, Alquran.”
Jadullah Alqurani meninggal dunia pada 2003, hidup sebagai seorang muslim selama lebih kurang 30 tahun. Dia telah mengislamkan lebih dari enam juta orang di Afrika. Sementara ibunya memeluk Islam pada 2005, pada usia 78 tahun, dua tahun setelah meninggalnya si anak tersayang. (ref. WA Dewan Guru Rakha)
Ada empat peringkat bacaan Alquran, 1) At-ta’arruf bil-harfi wan-nuthqu biha, mengenal huruf dan mengucapkannya. 2) Al-fahmu bil-maqra au an-nash, memahami nash Qurani yang dibaca. 3) At-tafa’ul bil-maqru, adanya interaksi, gembira, sedih atau lainnya. 4) At-tafa’ul ma’an-nash fi muwajahatil-hayat, menggunakan isi kandungan ayat yang dibaca untuk menyelesaikan problema dalam kehidupan; di manakah posisi Anda dan kita semua? (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/husin_naparin_20161020__20161020_212740.jpg)