Sekolah Rusak dan Hambatan Pembangunan
Negara lebih mendahulukan kepentingan sektarian yang kemudian bermuara pada penumpukan kekuasaan dan jabatan.
BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Ketika banyak anak negeri masih terjebak dalam kubangan kemiskinan pendidikan dan pengetahuan karena mereka sangat sulit dan kesulitan untuk menikmati bangku sekolah dengan dalih kemiskinan ekonomi, para penyelenggara justru asyik masyuk dengan kepentingan pribadi serta golongan.
Keterbukaan diri untuk sangat telanjang mata memelototi kehidupan berbangsa di republik tercinta ini ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami. Semuanya sibuk dan menyibukkan diri melakukan pencitraan diri, memperalat rakyat dengan mengejar kekuasaan, jabatan dan begitu seterusnya.
Negara lebih mendahulukan kepentingan sektarian yang kemudian bermuara pada penumpukan kekuasaan dan jabatan. The political will pemerintah untuk secara serius membangun kesadaran profetik demi kepentingan bersama di atas segala-galanya sudah gagal dijalankan secara serius dan nyata.
Ini yang kemudian kita sebut sebagai bukti kegagalan negara baik pusat maupun daerah dalam konteks pelayanan publik untuk dunia pendidikan.
Itu lah penggalan pendapat yang diutarakan Vivi Aulia (Dosen di STKIP PGRI Banjarmasin) dalam tulisan opininya. Selengkapnya simak di rubrik Tribun Forum di Harian Banjarmasin Post edisi Rabu (18/1/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/vivi-aulia_20170117_203051.jpg)