Serial Drama Nazar
SEJAK mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, ditangkap dan kemudian diadili, sejumlah kasus kakap
SEJAK mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, ditangkap dan kemudian diadili, sejumlah kasus kakap korupsi pernah dinyanyikannya. Bahkan, pada 2013 lalu, dia pernah sesumbar bakal mengungkap 30 kasus korupsi.
Sejak ditangkap di Kolumbia, setelah diduga terlibat dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games, di Palembang, sejumlah serial drama Nazar pun telah ‘tayang’ di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor).
Di antaranya, korupsi pembangunan sport centre di Hambalang yang menyeret Anas Urbaningrum dan sejumlah nama lain. Serial ini juga menyuguhkan adegan vonis terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng dan sejumlah nama beken lain.
Ada juga kasus yang kemudian menggiring Angelina Sondakh ke sel, karena terbukti terlbat kasus penerimaan suap pengurusan anggaran di Kemenpora dan Kemdiknas. Dalam kasus yang terungkap dari nyanyian Nazar ini, nama putra Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), sempat disebut-sebut.
Yang hari ini mulai ‘tayang’ di pengadilan Tipikor adalah serial terbaru dugaan korupsi proyek KTP elektronik. Untuk menyidangkan kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memeriksa ratusan saksi, dan membuat berkas setebal 24.000 halaman.
Hasilnya, sebagaimana pernah disebut Ketua KPK, Agus Rahardjo, sejumlah nama akan muncul dalam dakwaan yang dibacakan hari ini. Nama-nama tersebut, bisa jadi akan menjadi peran utama dalam serual KTP elektronik ini.
KPK pun merasa perlu membuat ‘panduan’ soal munculnya nama-nama yang bisa saja terseret. Guiding itu bernama, imbauan agar serial ini tidak menimbulkan kegaduhan politik dalam berbagai bentuknya.
Imbauan Agus memang wajar. Sebab, setiap KPK mengungkap kasus besar yang melibatkan orang besar, selalu saja diikuti gelombang besar yang menyita energi bangsa. Sebut saja kasus cicak-buaya jilid 1 dan 2.
Kali ini, kekhawatiran itu pun muncul. Apalagi, bila para petinggi (atau setidaknya orang penting) di sejumlah partai politik, benar-benar bakal dihadirkan sebagai pelaku utama serial Nazar ini.
Tekanan dalam berbagai bentuk, bisa saja bakal dilancarkan ke KPK, agar nama-nama yang hari ini beredar tidaklah benar-benar bakal menjadi dijadikan tersangka kemudian diadili dan masuk penjara.
Karena itu, hari ini kita patut memelototi jalannya sidang dan kemudian ikut menyumbangkan energi positif bagi ‘nyali’ KPK agar serial Nazar berjudul kasus KTP elektronik ini benar-benar tuntas. Meskipun (sekali lagi) akan ada nama besar hadir sebagai pemeran utamanya.
Bila KPK dibiarkan sendirian, bisa jadi kita tidak bisa menyaksikan kelanjuran serial Nazar.
Selamat menikmati serial yang sedang tayang dan selamat menunggu serial selanjutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tajuk-besar-new_20161014_224050.jpg)