Tajuk

Ide Baru Wabup Baru

Tala kini dipimpin oleh Bupati Sukamta yang sebelumnya menjabat wakil bupati (wabup). Dia didampingi oleh wajah baru

Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
HM Arifin Arpan-H Syafrudin Noor. 

KESIBUKAN terasa di Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tanahlaut (Tala) beberapa hari ini. Sejumlah acara digelar pemerintah daerah di tiga wilayah tersebut. Ini berkaitan dengan penyambutan pemimpin mereka untuk lima tahun ke depan.

Tala kini dipimpin oleh Bupati Sukamta yang sebelumnya menjabat wakil bupati (wabup). Dia didampingi oleh wajah baru di pemerintahan namun lama di legislatif yakni Abdirahman.

Tapin kembali dipimpin oleh Bupati Arifin Arpan namun dengan pendamping baru yakni Syafrudin Noor. Demikian pula HSS yang kembali dipimpin Achmad Fikry dengan wakil bupati baru yakni Syamsuri Arsyad.

Melihat tiga bupati tersebut merupakan orang lama di pemerintahan setempat, sepertinya tidak akan ada banyak perubahan yang mencolok. Mereka tentu akan melanjutkan program pembangunan yang sudah dikerjakan lima tahun sebelumnya. Oleh karena program pembangunan tidak banyak berubah, perlu peran para wakil bupati untuk memberi warna. Sebagai orang baru tentu mereka punya pemikiran baru. Sebagai orang luar saat pemerintahan sebelumnya, tentu mereka memiliki bahan koreksi.

Baru saja dilantik oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada Rabu (19/9), mereka sudah menghadapi tantangan global yang tidak ringan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat anjlok. Ini tentu berpengaruh besar terhadap sektor pertambangan batu bara di tiga kabupaten tersebut. Era perdagangan bebas dan digital juga semakin meraja. Tidak perlu jauh-jauh mencari contoh. Minimarket moderen telah bertebaran sampai ke kabupaten termasuk di Tapin, HSS dan Tala. Pedagang lokal tentu saja akan semakin terpinggirkan.

Ide-ide baru sangat diperlukan untuk membentengi warga lokal agar tidak semakin terpinggirkan dalam perekonomian moderen yang semakin kapitalis. Ini karena pasar bebas tidak bisa dihindari.

Hubungan antara bupati dan wakil bupati di Tala, Tapin dan HSS jangan sampai seperti di banyak daerah lainnya. Wakil bupati hanya dijadikan ban serep dan tidak dipakai. Bahkan kerap bupati dan wakil bupati bersaing. Keduanya harus saling mendukung, memperbaiki dan mengingatkan.

Kendati harus melakukan terobosan, pemimpin baru di tiga kabupaten tersebut juga jangan sampai keluar dari koridor. Gubernur Sahbirin saat pelantikan mengingatkan enam pemimpin tersebut untuk tetap taat aturan sehingga tidak tersandung kasus korupsi. Apalagi beberapa waktu terakhir ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin giat melakukan pengawasan.

Selamat bekerja. Semoga amanah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved