Meraka Bicara
Membangun Keseimbangan Politik
Hampir di seluruh bidang kegiatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), politik menjadi faktor penentu dalam perjalanan kehidupan berbangsa
Hal ini dapat diartikan menjadi 3 (tiga) hal, pertama, menjaga moralitas, kedua, mengedepankan kemanusiaan serta ketiga, selalu bersaudara. Nilai-nilai moralitas dapat memberikan patokan orientasi dan pegangan normatif bagi para elite politik dengan tolak ukur harkat dan martabat kemanusiaan, baik itu dalam proses kebijakan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya.
Adalah sebuah kewajiban bagi para elitee politik dalam memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya untuk saling menjaga nilai-nilai manusiawi, fair play dalam menjalankan kekuasaan dan tidak sedang menjalankan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Persaingan politik saat ini yang hanya menjadi ajang “membuka kesalahan” satu sama lain, harus terdekonstruksi menjadi sebuah persaudaraan politik, dimana seluruh tujuan dan kepentingan itu hanya satu, yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat (Sila Kelima).
Para elitee politik (baca : trias politica) baik itu eksekutif (Presiden, Menteri, Kepala Daerah), legislatif (MPR, DPR, DPRD) serta yudikatif (MK, MA) maupun lembaga-lembaga politik harus mengutamakan dan menjaga nilai-nilai moralitas dalam menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Keseimbangan dalam konteks ini lah yang harus dicari dan diwujudkan secara bersama-sama. Masyarakat sudah pasti menerima dan menjalankan hal tersebut secara bersama jika para aktor politik memberikan contoh yang baik dan benar.
Jika hal ini dapat ter-implementasikan keseluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, dampaknya adalah politik akan kembali kedalam kedudukan sesungguhnya seperti yang telah diungkapkan oleh Aristoteles sehingga perilaku penyimpangan para elite politik dapat di minimalisir bahkan di hilangkan.
Semoga hal ini dapat menjadi proses perbaikan bersama-sama bagi seluruh pihak baik bagi para elite (aktor) politik maupun masyarakat dalam menempuh kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih ketika menyongsong Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang semakin dekat. Wallahualam bis showab. (*)