Bahaya Mengintai di Balik Nikmatnya Secangkir Teh Panas
Menyeruput teh panas di pagi hari atau saat udara dingin adalah salah satu hal yang dinikmati banyak orang Indonesia.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Menyeruput teh panas di pagi hari atau saat udara dingin adalah salah satu hal yang dinikmati banyak orang Indonesia.
Tapi, siapa sangka konsumsi teh panas bisa meningkatkan risiko kanker.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar kita menunggu secangkir teh panas di pagi hari agar agak dingin untuk mengurangi risiko terkena kanker kerongkongan.
Tapi seberapa panas teh yang bisa memicu kanker? Sampai sekarang, sebagian besar penelitian agak tidak jelas pada bagian suhu sebenarnya.
Tapi, sebuah tim peneliti internasional telah bersama-sama secara obyektif memakukan suhu Goldilocks untuk peminum minuman panas.
Tim itu menemukan bahwa begitu cairan minum merayap melewati 60 derajat Celcius, maka Anda akan memiliki risiko.
Untuk memberi Anda gambaran seperti apa rasanya, sebagian besar dari kita akan mulai mengalami ketidaknyamanan ketika kita menyentuh permukaan yang mendekati 50 derajat Celcius.
Jadi, kecuali Anda adalah seorang masokis ketika berbicara tentang suapan pertama itu, beritanya tidak terlalu buruk.
Baca: Snmptn.ac.id - 12 Link Pengumuman SNMPTN 2019 Jam 13.00 Simak Langkahnya di Sini
Baca: Sikap Aneh Verrel Bramasta ke Jessica Iskandar Saat Ditanya Status Hubungan Natasha Wilona
Baca: Kondisi Lia Ladysta Menurun Usai Dilaporkan Syahrini Melalui Sang Manajer Aisyahrani
Baca: Balasan Wijaya Saputra Saat Dituduh Jadi Orang Ketiga Gisella Anastasia dan Gading Marten
"Banyak orang menikmati minum teh, kopi, atau minuman panas lainnya," kata Farhad Islami dari American Cancer Society dikutip dari Science Alert, Kamis (21/03/2019).
"Namun, menurut laporan kami, minum teh yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus, dan karena itu disarankan untuk menunggu sampai minuman panas menjadi dingin sebelum minum," imbuhnya.
Ada banyak penelitian yang mengatakan bahwa suhu minuman kita dapat memengaruhi peluang kita terkena kanker.
Sayangnya, bagaimana tepatnya hal ini terjadi tidak jelas.
Tetapi bukti menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh memudarnya sel-sel tenggorokan kita mungkin bertanggung jawab.
Sebagian besar studi tentang topik ini berfokus pada kebiasaan minum teh karena lebih populer.
Hal itu merupakan hasil survei terhadap para peserta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/minum-teh_20180815_131556.jpg)