Bahaya Mengintai di Balik Nikmatnya Secangkir Teh Panas
Menyeruput teh panas di pagi hari atau saat udara dingin adalah salah satu hal yang dinikmati banyak orang Indonesia.
Ini mungkin cara cepat dan mudah untuk mengumpulkan data, tetapi hanya sedikit orang yang cenderung menawarkan angka yang tepat.
Jadi kelompok penasehat seperti Badan Internasional untuk Penelitian Kanker WHO bersandar pada penelitian pada hewan yang menyarankan 65 derajat Celcius adalah batas batas yang cocok.
Untuk meningkatkan studi sebelumnya, para peneliti memulai penyelidikan di Provinsi Golestan, timur laut Iran.
Daerah itu sudah menjadi subyek penelitian ilmiah untuk budaya minum teh dan insiden kanker esofagus yang relatif tinggi.
Bonus tambahan adalah rendahnya insiden merokok dan minum alkohol, kebiasaan yang bisa mempengaruhi hasil.
Mulai tahun 2004, pengumpul data yang terlatih mengumpulkan informasi tentang lebih dari 50.000 peserta.
Peneliti mencatat rincian segala hal mulai dari kebiasaan merokok hingga status sosial ekonomi hingga berapa lama mereka cenderung menunggu sebelum minum teh.
Mereka kemudian ditindaklanjuti selama bertahun-tahun dengan panggilan telepon, memeriksa kesehatan peserta.
Sebagai informasi, tim menyajikan teh selama wawancara awal yang dikalibrasi ke pipa panas 75 derajat.
Para tamu kemudian diundang untuk menyesap dan berkomentar apakah rasanya mendekati suhu yang mereka sukai.
Bagi mereka yang suka sedikit lebih dingin, tim membiarkan suhu air turun lima derajat sebelum bertanya lagi.
Hasil akhir yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer itu terdengar agak memprihatinkan.
Mereka yang minum kurang dari 700 mililiter teh (kira-kira seharga dua cangkir) dipanaskan hingga lebih dari 60 derajat Celcius hampir dua kali lipat risiko terkena kanker kerongkongan dibandingkan dengan peminum 'dingin'.
Tentu saja, kita perlu menempatkan angka-angka itu ke dalam perspektif.
Bentuk kanker ini menduduki peringkat nomor delapan pada kanker yang paling umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/minum-teh_20180815_131556.jpg)