Berita Kalimantan

BPH Migas Bangun Jaringan Pipa Gas 1.732 Kilometer di Trans Kalimantan, Wujudkan Green Energy

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) merencanakan pengembangan jaringan pipa gas Trans Kalimantan sepanjang 1.732 kilometer

BPH Migas Bangun Jaringan Pipa Gas 1.732 Kilometer di Trans Kalimantan, Wujudkan Green Energy
KOMPAS.com/HENDRA CIPTA
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa saat meninjau depot BBM Pertamina di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (15/6/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) merencanakan pengembangan jaringan pipa gas Trans Kalimantan sepanjang 1.732 kilometer yang membentang dari Pontianak, Kalimantan Barat, hingga Bontang, Kalimantan Timur.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, berdasarkan kajian, ada kelebihan produksi 40 kargo gas alam cair atau liquified natural gas (LNG), yang belum ada pembelinya.

Dengan menggunakan asumsi bahwa 1 kargo LNG Tangguh adalah sebesar 137.700 meter kubik gas alam cair, maka 40 kargo tersebut diperkirakan setara dengan 116.769,6 MMSCF atau 319,9 MMSCFD.

"Jika disepakati, maka akan terwujud green energy di Kalimantan dengan mengalihkan kebutuhan listrik dari batu bara dan diesel ke gas bumi," kata Fanshurullah saat mengunjungi Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (15/6/2019).

Jaringan pipa gas ini akan melalui empat daerah di Kalimantan Barat, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Ketapang.

Baca: Alasan Klasik Berobat, Ternyata Setnov Pelesiran dengan Bebasnya, Petugas Pun Pengawal Diperiksa

Baca: 5 Bom Aktif Ditemukan di Tempat Sampah, Polisi Periksa Dua Pemulung Ini

Baca: Fakta-fakta Pengemudi BMW Todongkan Pistol, Jabatan Seorang Direktur yang Mengaku Pistol Hibah

"Untuk ke depan, tentu ada peningkatan pemanfaatan gas bumi untuk masyarakat rumah tangga, melalui jaringan gas kota," ucapnya.

Oleh karena itu, pada September mendatang, BPH Migas bakal menggelar focus grup discussion (FGD) di Kota Pontianak yang melibatkan seluruh gubernur dan bupati serta anggota DPR RI asal Kalimantan, untuk meningkatkan sinergitas dalam mewujudkan pembangunan pipa gas Trans Kalimantan.

Geser minyak bumi

Fanshurullah mengatakan, data energi nasional menunjukkan, sumber energi minyak bumi (BBM) masih menjadi tumpuan utama masyarakat Indonesia, yang mencapai lebih dari 40 persen diikuti energi batubara yang mendekati 30 persen.

"Sementara itu, penggunaan gas bumi baru tercatat sebesar 22 persen," ujar Fanshurullah.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved